banner 728x90

Padliyansyah: Festival Budaya Tumbuh di Tiap Kecamatan Kutai Timur

Padliyansyah, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim
Padliyansyah, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim

Kutimzone.com, Sangatta – Semangat pelestarian budaya di Kutai Timur kini menyala terang di tingkat akar rumput. Festival budaya tidak lagi terpusat di ibukota kabupaten, tetapi telah menyebar merata di 18 kecamatan. Gerakan ini menunjukkan bahwa warisan budaya kini menjadi kebutuhan sosial, bukan sekadar agenda pemerintah.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim, Padliyansyah, menyebut perkembangan ini sebagai tonggak penting dalam kebangkitan budaya daerah.

“Dulu festival hanya digelar di Sangatta. Sekarang hampir semua kecamatan punya even sendiri, dan itu menandakan kebudayaan sudah menjadi kesadaran kolektif,” ujarnya, Minggu (16/11/2025).

Setiap kecamatan menampilkan karakter budaya yang unik. Wilayah pedalaman menghidupkan kembali ritual adat dan permainan tradisional, sementara kecamatan pesisir menggeliat dengan festival kuliner laut, parade perahu, serta pertunjukan seni pantai. Di Muara Wahau dan Bengalon, festival seni massal melibatkan ratusan pelajar dan komunitas lokal.

Meski dukungan anggaran terbatas, Disdikbud tetap hadir memberikan pendampingan teknis seperti penyediaan panggung sederhana, dokumentasi kegiatan, hingga fasilitasi seniman lokal.

“Kami tidak harus selalu hadir dengan dana besar. Yang penting adalah mendampingi agar masyarakat bisa mandiri mengelola dan mengembangkan festivalnya,” jelas Padliyansyah.

Dampak langsungnya terlihat dari meningkatnya keterlibatan generasi muda. Sanggar tari, grup musik tradisional, dan komunitas budaya kini menjamur di berbagai desa.

“Pelestarian budaya sejati dimulai dari desa. Ketika anak-anak aktif berkesenian, itulah tanda bahwa budaya hidup,” tambahnya.

Lebih dari sekadar melestarikan identitas, festival-festival ini juga menjadi pendorong ekonomi kreatif lokal. Produk kerajinan, kuliner khas, dan pertunjukan seni menjadi magnet bagi wisatawan dan pengunjung luar daerah.

“Kutai Timur bukan cuma kaya sumber daya alam, tapi juga kaya warisan budaya. Festival di kecamatan menjadi bukti bahwa masyarakat kita percaya diri menampilkan budayanya sendiri,” pungkas Padliyansyah. (ADV/RI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *