Sangatta – Geliat ekonomi kreatif (ekraf) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus menunjukkan dampak positif terhadap sektor pariwisata. Pemerintah daerah menilai, ekraf menjadi katalisator penting dalam meningkatkan kunjungan wisata, sekaligus menggerakkan roda ekonomi pelaku usaha mikro di berbagai subsektor.
Kegiatan seperti Lomplai, Festival Daya Kayang, dan Sekrat menjadi bukti bahwa event berbasis kreativitas lokal mampu menarik wisatawan domestik dalam jumlah besar. Tak hanya menikmati pertunjukan seni, para pengunjung juga aktif berbelanja kuliner khas, membeli produk kriya, hingga mengunjungi destinasi wisata di sekitar lokasi acara.
Kepala Dinas Pariwisata Kutim, Nurullah, menjelaskan bahwa sinergi antara ekraf dan pariwisata merupakan kekuatan strategis dalam membangun identitas daerah sekaligus mendongkrak perekonomian lokal.
“Setiap kali event berlangsung, bukan hanya seni pertunjukan yang tampil. Kuliner, fesyen, fotografi, videografi, semuanya ikut bergerak. Itu yang membuat ekraf punya dampak langsung terhadap wisata,” ujarnya, Rabu (12/11/2025).
Nurullah menyebutkan bahwa pemerintah akan terus mengintegrasikan agenda ekraf ke dalam strategi promosi wisata. Setiap event dirancang menonjolkan kekhasan lokal, mulai dari budaya, tradisi, hingga produk kreatif masyarakat. Dengan begitu, wisatawan memperoleh pengalaman yang lebih utuh, tidak hanya dari sisi hiburan, tetapi juga cita rasa dan nilai budaya.
Menurutnya, pendekatan ini akan memperluas daya tarik Kutim sebagai destinasi yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan budaya dan kreativitas. Dalam jangka panjang, pengembangan ekraf diproyeksikan dapat menciptakan perputaran ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan di berbagai sektor.
“Penguatan ekraf akan membuat Kutim semakin dikenal sebagai daerah yang tidak hanya memiliki destinasi alam menarik, tetapi juga budaya dan karya kreatif yang kaya,” tambahnya.
Pemerintah berharap, dengan dukungan masyarakat dan komunitas kreatif, Kutim mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal yang mendorong pertumbuhan kunjungan wisata secara signifikan. (ADV/RI).






Respon (1)