banner 728x90

Suara Nelayan Disampaikan KNPI Kukar ke Parlemen Kaltim

Ketua Fraksi PKS DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan
Ketua Fraksi PKS DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan

Samarinda – Dalam hiruk-pikuk pertemuan Hari Aspirasi Fraksi PKS DPRD Kalimantan Timur, Ketua DPD KNPI Kutai Kartanegara (Kukar), Abdillah, menyuarakan suara sunyi dari pesisir: permohonan bantuan bagi nelayan Muara Badak, Selasa (17/6/2025).

Abdillah menyampaikan kebutuhan mendesak dari para nelayan bagan tancap yang masih bergulat dengan keterbatasan alat tangkap dan mesin kapal. Ia menekankan bahwa kelompok Persatuan Nelayan Bagan Tancap Muara Badak telah mengantongi legalitas melalui akta notaris, menjadikan mereka layak menerima dukungan dari pemerintah.

“Karena dulu pernah mendapat bantuan dari Anggota DPRD Dapil Kukar, yaitu Ali Hamdi, semoga Fraksi PKS bisa kembali memperjuangkan aspirasi nelayan di Kukar, khususnya Muara Badak,” ujar Abdillah dalam forum dialog terbuka tersebut.

Ia juga menjelaskan bahwa penguatan sektor perikanan perlu dukungan nyata dari lembaga legislatif agar para nelayan di pesisir tidak tertinggal dalam arus modernisasi dan persaingan hasil tangkapan laut.

Ketua Fraksi PKS DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan, menyambut baik aspirasi yang disampaikan dan menilai bahwa permintaan tersebut realistis serta dapat diakomodasi dalam program bantuan provinsi.

“Kami melihat aspirasi ini sangat konkret. Kebetulan perairan 0-12 mil menjadi kewenangan pemerintah provinsi, sehingga kita bisa masuk lewat skema bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan,” terang Firnadi.

Ia menambahkan bahwa kelompok nelayan perlu melengkapi berkas administratif sebagai bagian dari prosedur agar dapat diikutsertakan dalam pengajuan bantuan secara formal.

Pertemuan ini memperkuat peran KNPI Kukar sebagai penghubung antara kepentingan masyarakat dan wakil rakyat. Dukungan dari Fraksi PKS diharapkan membuka akses terhadap program bantuan yang selama ini belum menjangkau kelompok nelayan kecil secara optimal.

Dengan harapan yang semakin membuncah, para nelayan Muara Badak menanti bukti nyata dari komitmen parlemen, agar mereka tidak terus berlayar dengan keterbatasan, namun bisa menatap masa depan laut yang lebih sejahtera. (ADV).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *