banner 728x90

Sulasih: Kurban Wujud Keteguhan Iman dan Solidaritas Sosial

Sekretaris Fraksi PKB DPRD Kalimantan Timur, Sulasih
Sekretaris Fraksi PKB DPRD Kalimantan Timur, Sulasih

Samarinda – Dalam suasana khidmat Iduladha 1446 H, Sekretaris Fraksi PKB DPRD Kalimantan Timur, Sulasih, menyampaikan pesan reflektif mengenai makna ibadah kurban yang erat kaitannya dengan pengorbanan Nabi Ibrahim AS. Menurutnya, kisah agung tersebut bukan hanya sejarah, melainkan teladan hidup tentang ketaatan dan keikhlasan dalam mengabdi kepada Allah SWT.

Dalam pernyataannya pada Jumat (6/6/2025), Sulasih menyebut bahwa kurban adalah simbol keteguhan iman yang lahir dari keyakinan mendalam terhadap perintah Ilahi, meski harus menantang batas logika dan perasaan manusiawi.

“Iduladha adalah kisah perjuangan dan pengorbanan Nabi Ibrahim yang diperintahkan Allah SWT untuk mengorbankan putra satu-satunya. Semoga riwayat ini menjadi pelajaran bagi kita semua dalam memahami makna perjuangan dan pengorbanan,” ujarnya.

Ia mengajak umat Islam untuk tidak hanya menjadikan kurban sebagai seremonial tahunan, tetapi momentum untuk meningkatkan ketakwaan dan kepedulian sosial. Menurut Sulasih, berkurban bukan hanya menyerahkan hewan sembelihan, tapi juga kesiapan pribadi untuk menanggalkan ego demi kemaslahatan umum.

“Semoga kita semua bisa menjalankan perintah Allah, yaitu dengan berkurban,” tambahnya.

Legislator asal Kalimantan Timur itu juga menegaskan bahwa esensi kurban melampaui aspek spiritual semata, karena ia juga merupakan bentuk nyata solidaritas sosial. Melalui daging kurban yang dibagikan, masyarakat yang kurang mampu dapat ikut merasakan kebahagiaan di hari raya.

“Kurban mengajarkan kita untuk berbagi, memperkuat solidaritas, dan membangun empati. Ini adalah bentuk kemanusiaan yang diajarkan dalam Islam,” jelas Sulasih.

Sebagai bagian dari DPRD Kaltim, ia menyampaikan harapannya agar masyarakat dapat meneladani semangat Nabi Ibrahim dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam sikap sosial dan pelayanan publik. Ia menilai bahwa keteladanan seperti inilah yang seharusnya menjadi fondasi dalam membangun bangsa yang adil dan religius.

“Keteladanan Nabi Ibrahim mengajarkan kita untuk selalu siap berkorban demi hal yang lebih besar dan mulia, termasuk dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (ADV).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *