banner 728x90

Soroti Lambatnya Penyerapan Anggaran, Ini Kata Anggota DPRD Kutim

Anggota DPRD Kutim, dr Novel Tyty Paemboman.

KUTIM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim), dr Novel Tyty Paemboman menyoroti lambatnya penyerapan anggaran di Kutim. Hal ini berdampak pada pembangunan infrastruktur yang tidak berjalan sesuai rencana.

Lambatnya penyerapan anggaran ini berdampak pada pelayanan kepada masyarakat yang tidak maksimal. Selain itu, Novel Tyty Paemboman juga menilai alasan Pemerintah mengenai lambatnya penyerapan anggaran dinilai klasik dan terus digulirkan selama tiga tahun terakhir ini.

“Dari dulu, itu terus disampaikan pemerintah. Alasannya karena keterbatasan SDM (sumber daya manusia), padahal itu pekerjaan mereka setiap hari, istilahnya adalah bisa karena biasa,” ujarnya.

Menurut politisi Gerindra itu, Pemerintah seharusnya lebih kreatif dalam mengatasi permasalahan itu. Sebab, kendala kekurangan SDM bukan kali pertama ini saja terjadi.

Dia juga menjelaskan akan sangat sia-sia bila program dan anggaran siap, tapi SDM tidak. Apalagi, program yang memang sangat ditunggu masyarakat.

“Maksud saya begini, goodwil atau niat baiknya mereka mau kerja apa nggak? Uang sudah ada, program sudah siap, semua orang sudah menunggu,” ungkap dr Novel.

Ketua Komisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) DPRD Kutim itu juga memaparkan, apabila pemerintah terus lambat dalam memaksimalkan anggaran, maka akan berdampak terhadap pembangunan masyarakat.

Apalagi, saat ini sudah memasuki pertengahan tahun anggaran. Kegiatan yang harusnya sudah berjalan melalui anggaran pokok harus terkendala dengan permasalahan klasik yang belum bisa dicarikan jalan keluarnya.

“Ini sudah mau pembahasan anggaran perubahan, apa nggak bertabrakan lagi itu kegiatan, dampaknya apa, susah cari bahan material, harganya juga pasti melambung, dan mohon maaf, pekerjaan pasti tidak terkontrol dengan bagus, ini kayak apa kalau begini,” tandasnya.

Meski begitu, dia berharap Pemerintah segera mencari jalan keluar agar penyerapan anggaran dapat dimaksimalkan. Sehingga pekerjaan dapat dikontrol antara anggaran pokok dan perubahan. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *