banner 728x90

Terima 56 Titik Pemasangan Tower Jaringan, Pemda Kutai Timur Akui Masih Belum Maksimal

Kutimzone.com, Sangatta – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mendapatkan 56 titik pemasangan tower terdiri dari 3 provider Telkomsel, Indosat dan XL.

Pemasangan tower ini merupakan program nasional 3435 Non 3T oleh Kementerian Kominfo, dimana terdapat 21 ribu tower yang dibangun di seluruh Indonesia.

Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang mengatakan Kutim mendapatkan 56 titik pembangunan tower tersebar di 18 kecamatan.

“Alhamdulillah kita (Kutim) mendapatkan 56 titik yang tersebar di 18 kecamatan dari tiga provider (Telkomsel, Indosat dan XL),” ujarnya.

Ia berharap, program ini bisa berjalan secara maksimal supaya daerah blank spot di Kutim bisa teratasi. Maka dari itu, pihaknya menggelar rapat evaluasi, yang dilaksanakan secara daring dan luring di Ruang rapat Diskominfo Staper Kutim, Senin, 15 Januari 2024.

Rapat tersebut untuk mengetahui sejauh mana progres serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program 3435 Non 3T oleh Kementrian Kominfo di Kutim.

Rapat ini dihadiri secara daring dari BAKTI Kominfo dan dari Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Kominfo serta para provider dari Telkomsel, Indosat dan XL.

Sementara itu yang hadir secara langsung di tempat itu, Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang didampingi Sekretaris Diskominfo Staper Kutim M Rasyid, Kabid TI Silisman.

Selain itu, Kadis Ketahanan Pangan yang sebelumnya menjabat Kadis Kominfo Kutim Ery Mulyadi, Perwakilan Kominfo Provinsi Kaltim, Bappeda Kutim dan seluruh Camat se Kutim.

Kasmidi mengatakan rapat ini dilakukan secara terpadu antara Kementerian Kominfo sebagai pemilik program serta pengawasnya, dengan para camat yang mempunyai wilayah yang mendapatkan program tersebut.

“Disini para camat menyampaikan kondisi kekinian dari program ini dan kita minta penegasan kepada Kementerian Kominfo untuk mengawasi karena program ini penugasan kepada para provider-provider,” tutur Wabup Kasmidi.

Dalam rapat ini juga terungkap ada beberapa provider di sejumlah titik yang masih menggunakan panel surya untuk mengoperasikannya. Sehingga menyebabkan jaringan tidak maksimal karena terbatasnya aliran listrik.

“Makanya kita secara bertahap minta supaya PLN bisa masuk dan yang sudah ada PLN nya wajib berintegrasi dengan PLN,” jelasnya.

Sementara itu Kabid TI Diskominfo Staper Kutim Sulisman menyampaikan, dengan adanya evaluasi program itu diharapkan jaringan internet yang ada di Kutim bisa dilaksanakan maksimal oleh para provider.

Sebab dalam laporan para provider sudah 100 persen, namun yang tercatat bukan membangun semua tower, melainkan keterangannya terdiri dari data tower yang terbangun dan ada yang tercover.

“Yang menentukan titik dari Kementrian sehingga dari 56 total untuk Kutim, yang sudah ada sinyal meski kecil mereka anggap tercover, jadi existing line dari tower sebelah, makanya tidak seluruhnya dibangun,” ucap Sulisman saat ditemui di ruang kerjanya.

Sulisman juga menyampaikan berdasarkan keluhan para camat, masyarakat tidak bisa memanfaatkan tower tersebut secara maksimal, lantaran masih banyak jaringan yang lemah, termasuk yang sudah terbangun namun masih ada kapasitas bandwidth nya yang kecil.

Untuk langkah mengatasi hal tersebut dirinya mengatakan perlu dilakukan upgrade kapasitas backbone atau perangkat provider.

Selain itu, Pemkab Kutim juga akan menyiapkan backbone dari Sangatta ke titik BTS yang ingin di upgrade bandwidthnya melalui solusi pihak ketiga berupa Fiber Optic ataupun microwave dengan menggunakan APBD.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *