banner 728x90
ADV  

Pantau Kemajuan Proses pembangunan terowongan di Gunung Manggah

Hero Mardanus Satyawaan, Sekda Kota Samarinda (baju putih).

SAMARINDA – Pantau Kemajuan Proses pembangunan terowongan di Gunung Manggah.

Pemkot Samarinda Sampaikan Kemajuan Proses Pembangunan Terowongan di Gunung Manggah.

Dalam rangka persetujuan tanel, Hero Mardanus Satyawaan, Selaku Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan rapat bersama tim komisi keamanan Jembatan Dan Terowongan jalan (KKJT) dari kementerian PUPR.

“Sebetulnya kami sambil berjalan kita tetap memproses biasanya persetujuan itu tidak langsung diberi, perlu proses beberapa kali pertemuan,” ucapnya Sekda Samarinda, Rabu (1/11/2023) malam.

Dirinya menerangkan bahwa masih ada lagi beberapa proses untuk mendapatkan persetujuan dan surat rekomendasi.

“Ini masih pertama kali sudah ada pendekatan non formal dulu tanya ke KKJT apa yang diperlukan nanti karena ini masih awal secara tidak langsung kita masih perlu untuk melengkapi persyaratan yang lain seperti contoh perhitungan, atau perencanaan standar yang dipake apa kita menyamakan persepsi baru,” tuturnya.

Desy Damayanti, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda, menyampaikan secara teknis, bersama KKJT membahas tentang mereka akan menganalisa secara teknis dan administrasi maka ada beberapa tahapan termasuk dalam tahapan teknis.

Kemudian ada hal-hal yang dipertanyakan tentang persamaan persepsi, karena hal ini harus dilakukan di pemerintah kota jadi mereka komplikasi dengan aturan yang kita gunakan dengan aturan yang mereka miliki.

“Jadi bukan standar keamanan tapi bagaimana cara kita mendesain sesuatu itu terkadang itu berbeda dasar, tapi dasar yang kita gunakan pasti dasar yang mempunyai standar sudut pandang masing-masing,” ujarnya.

Dalam penyampaiannya bahwa ada beberapa yang diminta oleh pihak KKJT yaitu bentuk administrasi yang menyatakan analisa mana yang digunakan apakah analisa awal atau analisa yang digunakan pasca adanya desain awal.

Maka dari itu pihaknya mengevaluasi dari hasil penilaian kondisi eksisting sehingga harus membuat surat pernyataan bahwa penggunaan desainnya telah melalui evaluasi eksisting itu yang diperlukan mereka.

“Kalau contohnya pasti desain kita gunakan hampir sama dengan desain yang diselesaikan di bandung tadi kalau ada sampai sama, hanya saja metodenya teknisnya masih belum sampai disitu tadi baru desainnya hampir sama pembuatan MRT jadi sama jadi kita mengacu disitu,” tutupnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *