Kutimzone.com, Tenggarong – Siapa bilang siswa-siswi SMP Negeri 2 Tenggarong hanya jago akademik? Buktinya, mereka juga berprestasi di bidang seni, olahraga, dan literasi. Dalam tiga bulan terakhir, mereka berhasil meraih berbagai penghargaan di tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional.
Salah satu prestasi yang membanggakan adalah juara satu tingkat kabupaten dan masuk lima besar tingkat provinsi dalam Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) di bidang tari. Siswa-siswi SMP Negeri 2 Tenggarong menunjukkan bakat seni mereka dengan menampilkan tarian yang indah dan mengesankan.
“Prestasi ini menunjukkan kemampuan siswa-siswi SMP Negeri 2 Tenggarong dalam mengembangkan bakat seni mereka,” kata Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri 2 Tenggarong, Nor’afni Herniwati, Sabtu (21/10/2023).
Tak hanya itu, siswa-siswi SMP Negeri 2 Tenggarong juga menorehkan prestasi non akademik dalam Lomba Keterampilan Baris Berbaris (LKBB) yang diadakan di Balikpapan. Mereka berhasil meraih juara utama dua, juara PBB terbaik dua, dan juara vafor terbaik tiga.
“Prestasi ini menunjukkan kedisiplinan dan kerjasama siswa-siswi SMP Negeri 2 Tenggarong dalam berbaris. Selanjutnya akan mengikuti lomba LKBB di Jakarta,” ucap Nor’afni.
Di bidang olahraga, siswa-siswi SMP Negeri 2 Tenggarong juga tak mau kalah. Mereka berhasil masuk semifinal futsal Indefedence Cup 2023 di Samarinda. Mereka menunjukkan kemampuan bermain futsal yang tangguh dan sportif.
Selain itu, siswa-siswi SMP Negeri 2 Tenggarong juga meraih prestasi dalam Loa Kulu Scout Competition 3 (LKSC III) di SMP N 4 Loa Kulu. Mereka meraih juara satu pionering, juara yel-yel terbaik putri, dan juara umum harapan dua. Mereka menunjukkan keterampilan dan kreativitas dalam kegiatan pramuka.
Selanjutnya, salah satu siswa SMP Negeri 2 Tenggarong, Ananda Hibatul Khadiri, berhasil masuk sepuluh finalis duta baca SMP kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Ananda menunjukkan minat baca dan literasi yang tinggi dengan membaca berbagai buku dan menyampaikan pesan-pesan positif dari buku-buku tersebut.
Nor’afni menambahkan bahwa prestasi-prestasi tersebut merupakan hasil dari pengembangan minat dan bakat siswa-siswi melalui kegiatan ekstrakurikuler. Ia mengatakan bahwa sekolah mendatangkan pelatih dari alumni yang sudah berprestasi sebelumnya untuk membina siswa-siswi.
“Kita menggali lewat kegiatan eskul, kita menggali dari minat anak, kita mendatangkan pelatih dari alumni jika dari guru-guru kita tidak bisa, kenapa alumni? karena alumni dia memiliki rasa yang luar biasa terhadap sekolahnya, kita jadikan honorer yang dibayar lewat dana eskul,” ujarnya.
Teeakhir, Ia berharap bahwa prestasi-prestasi tersebut dapat memotivasi siswa-siswi lainnya untuk mengembangkan potensi mereka dan meningkatkan kualitas pendidikan di SMP Negeri 2 Tenggarong. (Adv)




