Kutimzone.com, Sangatta – Sekretaris Komisi A DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Basti Sangga Langi, mengungkap berbagai permasalahan yang masih dihadapi Kutim saat memasuki usianya yang ke-24. Menurutnya, sejumlah PR yang bbertumpuk mesti menjadi perhatian khusus Pemkab Kutim.
“Kalau orang bilang, usia 24 itu memasuki rumah tangga. selama dua dekade empat tahun, menurut saya Kutim masih dihadapkan pada berbagai tantangan yang memerlukan perbaikan,” ungkapnya saat ditemui diruang kerjanya, belum lama ini.
Salah satu masalah yang menjadi sorotan adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang perlu peningkatan. Menurutnya, banyak potensi PAD yang belum dimaksimalkan, seperti pengelolaan parkir di pasar induk.
Karena itu, Basti mempertanyakan sejumlah mobil yang tidak diatur dengan baik, yang menyebabkan kekacauan di area parkir tertentu.
“Saya setiap hari disana, yang ke pasar induk itu mobil-mobil semua, kenapa tidak ditarik 3 ribu kah, biar ada pemasukan PAD kita,” ujarnya.
Selain itu, potensi wisata di Kutim juga belum sepenuhnya tersentuh. Banyak lokasi wisata yang belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga potensi pariwisata daerah tersebut belum tergali sepenuhnya.
“Belum lagi potensi wisata yang belum digarap maksimal,” terangnya.
Basti Sangga Langi juga mengungkap pembangunan di kota yang belum optimal. Banjir dalam kota menjadi masalah yang perlu segera diatasi.
Ia menegaskan bahwa Kutim harus bangga dengan kondisi kotanya, dan tidak boleh ada genangan air di dalam kota.
“Sagatta ini pintu masuk kemana-mana, malu dong kalau dalam kota saja kita ada air yang tergenang,” imbuhnya.
Menyoroti banjir di daerah Sangatta, Basti menekankan perlunya perbaikan yang signifikan dalam penanganan banjir.
Ia berharap bahwa Kutim yang semula merupakan kecamatan atau desa, dapat terus berkembang menjadi kabupaten yang mampu bersaing dengan daerah lain.
“Dengan harapan bahwa di usia ke-24, Kutai Timur dapat mengatasi berbagai tantangan dan menjadi lebih maju. Kutim terus berbenah dan meningkatkan kualitas hidup warganya,” pintanya.


