Kutimzone.com, Sangatta – Pembangunan Pelabuhan Kenyamukan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus dikebut. Pelabuhan ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi permasalahan transportasi dan logistik di wilayah tersebut.
Anggota Komisi C DPRD Kutim Yusuf T Silambi mengatakan pelabuhan Kenyamukan memiliki peran yang sangat strategis dalam meningkatkan kelancaran distribusi barang dan jasa. Pelabuhan ini juga dapat mengurangi biaya ongkos angkut yang selama ini masih cukup mahal.
“Diharapkan target di 2024 Pelabuhan Kenyamukan dapat selesai persiapan fisik sarana dan prasarananya sehingga dapat beroperasi sesuai harapan,” kata Yusuf saat dihubungi melalui telepon, Sabtu, 18 November 2023, dua hari lalu.
Yusuf mengajak pemerintah dan stakeholder yang terlibat dalam percepatan penyelesaian pelabuhan untuk bersinergi bersama-sama melakukan upaya percepatan penyelesaian pembangunan pelabuhan tersebut secara terarah dan terlaksana.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim telah menganggarkan Rp120 miliar untuk pembangunan pelabuhan Kenyamukan tersebut. Pembangunan menggunakan sistem Multi Years contract (MYC).
Pelabuhan tersebut dibangun mulai tahun 2012 lalu. Pelabuhan itu memiliki fungsi penting bagi warga Kutim, terutama untuk mempermudah akses transportasi laut dan logistik bagi masyarakat lokal.
Pada tahun 2017 lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menetapkan wilayah perairan di Pelabuhan Kenyamukan sebagai salah satu Tol Laut Jalur VIII dan masuk kategori proyek strategis nasional (PSN). Apalagi letaknya sangat strategis, yakni masuk dalam Alur Laut Kepulauan Indonesia II.
“Pelabuhan itu tentu untuk mempermudah distribusi bahan pokok yang didatangkan dari Sulawesi dan Pulau Jawa. Aksesnya akan semakin mudah, bahkan nanti harga bisa lebih murah. Karena selama ini distribusi logistik masih berpusat di Pelabuhan Samarinda,” ujar Yusuf.
Perkembangan terbaru dari proyek Pelabuhan Kenyamukan, awal tahun 2023 sudah dimulai pembangunan jalan pendekat sepanjang 650 meter dengan lebar 25 meter ini didukung dana CSR PT KPC Rp 20 miliar.
Proyek pekerjaan jalan pendekat khusus seksi II, dikerjakan KPC. Sedangkan groundbreaking telah dilakukan menjadi awal dimulainya proyek pembangunan jalan pendekat tersebut.
“Termasuk perbaikan jembatan yang rusak. Mudah-mudahan Oktober mendatang bisa selesai,” ujarnya.
Sedangkan seksi I, dikerjakan BBPJN sepanjang 700 meter. Sehingga, keseluruhan jalan pendekat bisa selesai sesuai target yang diharapkan. Mengingat, seksi I memang menjadi kewenangan BBPJN.
Pembangunan Pelabuhan Kenyamukan merupakan harapan baru bagi masyarakat Kutim. Pelabuhan ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat setempat.


