
SANGATTA – Penghargaan dari Presiden Republik Indonesia kepada aparatur sipil negara (ASN) tidak seharusnya berhenti sebagai bentuk pengakuan atas pengabdian. Penghargaan tersebut harus menjadi dorongan untuk meningkatkan kemampuan kerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Demikian dikatakan Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, saat diwawancarai di Kantor Bupati Kutim, dua hari lalu. Ia mengingatkan para penerima tanda kehormatan agar menjadikan penghargaan yang diterima sebagai motivasi untuk menunjukkan kinerja yang lebih baik.
Menurutnya penghargaan tersebut memiliki nilai penting karena diberikan langsung atas keputusan Presiden. Karena itu, para ASN yang menerimanya diharapkan mampu menjaga kepercayaan tersebut melalui integritas dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.
“Manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Integritas ditunjukkan, kemampuan bekerja,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa penerima penghargaan perlu memberikan contoh positif di lingkungan kerja. Pengakuan atas pengabdian yang telah diberikan pemerintah harus sejalan dengan sikap profesional dan kesungguhan dalam melaksanakan tugas sehari-hari.
Ardiansyah menilai, kualitas aparatur tidak cukup dilihat dari penghargaan yang melekat pada diri seseorang. Hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana penghargaan tersebut tercermin dalam perilaku kerja, pelaksanaan tanggung jawab, serta kontribusi terhadap organisasi pemerintahan.
Dalam kesempatan tersebut , Bupati Ardiansyah juga menjelaskan bahwa penyematan tanda kehormatan dilakukan dengan menggabungkan dua tahap keputusan Presiden, yakni tahun 2025 dan Juli 2026. Penggabungan tersebut dilakukan karena penyematan dari tahap sebelumnya belum sempat dilaksanakan pada tahun lalu.
Dari dua tahap tersebut, jumlah penerima yang mengikuti penyematan mencapai lebih dari 500 orang. Meski tidak merinci angka pastinya, Ardiansyah menyebut penghargaan itu sebagai salah satu bentuk penghormatan yang bergengsi bagi ASN.
Melalui penghargaan tersebut, para penerima diharapkan semakin terdorong untuk meningkatkan kapasitas diri dan menjadi teladan bagi rekan kerja maupun bawahannya. Dengan demikian, penghargaan tidak hanya bermakna bagi penerima, tetapi juga dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja birokrasi dan pelayanan kepada masyarakat Kutai Timur.(ADV/Kominfo)
