banner 728x90
Berita  

Tak Ingin Masjid Hanya Ramai Saat Shalat, Seno Aji Dorong Dukungan Anggaran Kajian Islam

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji saat menghadiri tabligh akbar di Masjid Jami Al Ma’ruf, Samarinda, Sabtu (7/11/2026).

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mulai menjajaki dukungan anggaran untuk memperluas kegiatan dakwah dan kajian keislaman di masjid-masjid. Langkah ini diarahkan agar masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran agama dan pembinaan masyarakat.

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menyampaikan rencana tersebut saat menghadiri tabligh akbar di Masjid Jami Al Ma’ruf, Samarinda, Sabtu (7/11/2026). Menurutnya, aktivitas keagamaan perlu dihidupkan secara rutin agar keberadaan masjid benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Seno menilai, kemakmuran masjid tidak semata-mata ditentukan oleh kemegahan bangunan. Lebih dari itu, masjid harus memiliki denyut aktivitas melalui kajian, dakwah, tabligh akbar, serta kegiatan pembinaan umat yang melibatkan masyarakat.

Ia berharap kegiatan serupa dapat berkembang di berbagai masjid di Kaltim. Dengan begitu, masyarakat memiliki lebih banyak ruang untuk berkumpul, belajar, dan memperdalam pemahaman keagamaan.

“Kami pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berharap bahwa tabligh akbar yang seperti ini bisa kita hidupkan di setiap masjid. Bapak-bapak dan ibu-ibu bisa menghadiri kegiatan-kegiatan kemakmuran masjid tersebut,” ujarnya.

Untuk merealisasikan gagasan tersebut, Seno mengaku telah membicarakannya bersama Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI). Pembahasan akan dilanjutkan melalui koordinasi dengan DMI dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), terutama untuk merumuskan pola dukungan yang bisa diberikan pemerintah daerah.

Salah satu opsi yang tengah didorong ialah mengakomodasi anggaran melalui Pemprov Kaltim agar kegiatan keagamaan di masjid dapat berlangsung lebih terarah dan berkesinambungan.

“Bagaimana caranya kita memasukkan anggaran dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur supaya nanti ke depan seluruh masjid dapat hidup,” katanya.

Menurut Seno, dukungan tersebut juga diharapkan memberi ruang lebih luas bagi perkembangan dakwah Islam di daerah. Semakin aktif kegiatan kajian dan keagamaan, semakin besar pula kesempatan masyarakat mengenal dan memperdalam ajaran Islam melalui berbagai kegiatan di lingkungan masjid.

Ia juga berharap dari aktivitas tersebut akan lahir lebih banyak tokoh dan penggerak keislaman di Kaltim yang mampu berkontribusi dalam pembinaan umat.

Karena itu, keterlibatan DMI, MUI, pengurus masjid, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan rencana tersebut. Pemerintah, kata dia, ingin mendorong agar masjid di Kaltim tidak hanya ramai pada waktu-waktu ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan keagamaan yang terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.(Kz/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *