banner 728x90
ADV, Berita  

Sulisman; Peluang Kerja di Perkebunan Terbuka, Namun Warga Kurang Berminat Kerja Lapangan

Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kutim, Sulisman

SANGATTA – Sektor perkebunan menjadi salah satu bidang yang dinilai memiliki peluang menyerap tenaga kerja di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), di tengah dominasi lapangan kerja dari sektor pertambangan.

Tapi, peluang tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan tenaga kerja lokal. Rendahnya minat masyarakat Kutim terhadap pekerjaan di sektor perkebunan, khususnya pekerjaan lapangan, masih menjadi tantangan.

Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kutim, Sulisman, mengatakan sektor perkebunan sebenarnya memiliki kebutuhan tenaga kerja yang cukup besar.

“Selain sektor pertambangan, sektor perkebunan. Cuma itu tadi, untuk sektor perkebunan yang terbanyak itu tenaga lapangan, karyawan lapangan. Jadi peminat dari lokal justru sedikit untuk pekerja lapangan,” ujarnya saat di wawancarai awak media diruang kerjanya,beberapa hari lalu.

Menurut Sulis, kondisi tersebut membuat peluang kerja di sektor perkebunan belum sepenuhnya terserap masyarakat setempat.

Padahal, kata dia, diversifikasi lapangan kerja menjadi penting agar penyerapan tenaga kerja di Kutim tidak hanya bergantung pada pertambangan.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah juga terus mendorong perusahaan agar memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam proses rekrutmen. Kebijakan tersebut berlaku bagi perusahaan yang beroperasi di Kutim.

Dalam ketentuan daerah, komposisi tenaga kerja lokal diarahkan minimal 80 persen. Ketentuan ini juga menjadi bagian dari upaya memperbesar kesempatan masyarakat Kutim mendapatkan pekerjaan di daerahnya sendiri.

Tantangannya, lanjut Sulisman, bukan semata-mata ketersediaan pekerjaan. Kesesuaian antara kebutuhan perusahaan dan minat pencari kerja juga menjadi persoalan yang perlu diperhatikan.

“Peminat dari lokal justru sedikit untuk yang pekerja lapangan tadi,” ujarnya.

Maka dari itu, peningkatan keterampilan pencari kerja dinilai menjadi bagian penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap berbagai jenis pekerjaan.

Distransnaker Kutim juga tengah mendorong pengembangan kompetensi tenaga kerja melalui pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja. Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas pilihan pekerjaan bagi masyarakat, termasuk di luar sektor pertambangan.

Dengan potensi perkebunan yang tetap terbuka, pemerintah daerah berharap masyarakat mulai melihat sektor tersebut sebagai salah satu alternatif untuk memperoleh pekerjaan, terutama bagi pencari kerja yang memiliki kesiapan untuk bekerja di lapangan.(ADV/Kominfo).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *