banner 728x90

Silaturahmi Lintas Paguyuban, Seno Aji Gaungkan Budaya Jawa di Kaltim

Samarinda – Di tengah aroma kopi yang mengepul dan gelak tawa hangat kebersamaan, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, H Seno Aji, bersama sang istri Hj Wahyu Hernaningsih Seno, menghadiri acara Halal Bihalal dan Kopi Darat (Kopdar) Lintas Paguyuban di Sekretariat Pamasa, Perum Griya Mukti, Samarinda, Sabtu (19/4/2025). Acara ini menjadi ruang silaturahmi antara pemerintah dan komunitas masyarakat Jawa yang tergabung dalam Paguyuban Magetan Samarinda (Pamasa).

“Ini silaturahmi yang luar biasa, para sepuh-sepuh juga hadir di sini. Semoga hubungan kita lebih bagus, kompak dan solid,” ujar Seno Aji dalam sambutannya yang penuh keakraban.

Seno mengapresiasi kontribusi aktif lintas paguyuban dalam menjaga harmoni sosial dan ketertiban masyarakat. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kaltim selalu siap mendukung berbagai kegiatan budaya dan sosial yang diinisiasi oleh komunitas, sebagai bagian dari pembangunan berbasis masyarakat.

Pada kesempatan itu, Seno Aji juga memaparkan program besar Pemprov dalam pengembangan seni dan budaya Jawa di Kalimantan Timur. Ia menyebutkan, Pemprov telah merancang pembangunan wadah pertemuan budaya yang dilengkapi joglo dan gerai UMKM, guna mendukung aktivitas komunitas dan pelestarian budaya.

“Kita sudah merencanakan wadah pertemuan seluruh paguyuban. Di sana kita bangun joglo dan gerai-gerai UMKM,” jelasnya.

Fasilitas tersebut diharapkan menjadi pusat kegiatan seni tradisional seperti gamelan, wayang kulit, jaranan, dan reog, yang dapat menjadi media pembelajaran budaya bagi generasi muda Kaltim.

“Tahun 2027 semoga sudah selesai. Tapi pelan-pelan kita lengkapi dengan gamelan, wayang kulit, jaranan, reog. Agar anak-anak kita bisa belajar budaya Jawa,” tambahnya.

Seno juga menegaskan komitmen Pemprov melalui dua program besar, yakni Gratispol untuk pendidikan dan Jaspol untuk kesehatan. Menurutnya, penguatan budaya harus berjalan seiring dengan pembangunan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan kolaborasi erat antara pemerintah dan komunitas paguyuban, Kaltim diharapkan tidak hanya maju secara fisik dan ekonomi, tetapi juga kokoh dalam jati diri budaya dan persatuan sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *