Samarinda – Infrastruktur bukan sekadar urusan beton dan aspal. Itulah pesan yang ditegaskan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, H Seno Aji, saat menerima audiensi dari Pengurus Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Kaltim, Kamis (17/4/2025). Menurutnya, setiap proyek pembangunan, termasuk jalan penghubung Kutai Barat–Mahakam Ulu, harus dilandasi dengan kajian geologi yang komprehensif.
“Tentu wajib dilakukan kajian geologi. Sehingga pembangunan jalan betul-betul bagus dan pemerintah tidak bekerja dua kali,” ujar Seno.
Ia menekankan pentingnya efisiensi dalam pembangunan infrastruktur, baik dari sisi teknis maupun pengelolaan anggaran. Kajian geologi menjadi dasar untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai karakteristik tanah dan geografi daerah, sehingga hasilnya lebih kuat dan tahan lama.
Lebih lanjut, Pemprov Kaltim akan segera menyiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal yang kompeten di bidang geologi. Seno menyambut baik saran dari IAGI agar daerah memiliki tenaga ahli geologi sendiri, yang dapat digunakan untuk berbagai uji kelayakan proyek pemerintah.
“Anak-anak kita akan dipersiapkan menjadi ahli geologi, sehingga kajian pembangunan dilakukan SDM kita sendiri,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kebutuhan ahli geologi tidak hanya terbatas pada proyek infrastruktur, tetapi juga dibutuhkan oleh dinas teknis lainnya seperti Dinas Lingkungan Hidup, Bappeda, dan Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida).
“Semoga ahli geologi kita nantinya mampu menunjang kinerja perangkat daerah kita,” katanya.
Ketua IAGI Kaltim, Hamzah, dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan Musyawarah Besar (Mubes) IAGI Kaltim, yang akan menjadi titik balik penguatan peran geologi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Ia menyebutkan, kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kaltim harus menjadi momentum untuk mencetak SDM geologi unggul.
“Kita tentu memerlukan SDM berkualitas melalui kepengurusan IAGI nantinya,” ujar Hamzah.
Dengan dukungan dari Pemprov, IAGI Kaltim berharap bisa menjalankan program kerja strategis dalam mencetak ahli geologi lokal yang berdaya saing nasional, sekaligus mendukung percepatan pembangunan infrastruktur berbasis ilmu pengetahuan.



