banner 728x90

Samarinda Jadi Tuan Rumah Kongres Nasional GMKI

Samarinda – Sambutan hangat Wakil Gubernur Kalimantan Timur, H Seno Aji, menyertai audiensi Anggota DPD RI dapil Kaltim, Yulianus Henock Sumual, bersama Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Kaltim di Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (10/4/2025). Di ruang rapat lantai dua itu, GMKI melaporkan rencana besar: Kongres Nasional ke-39 akan digelar di Kota Samarinda pada 16–21 Mei 2025.

Audiensi ini merupakan bagian dari rangkaian koordinasi panitia kongres dengan pemerintah daerah. Yulianus Henock Sumual, yang dipercaya sebagai Ketua Panitia, menegaskan bahwa pihaknya telah terlebih dahulu menemui Gubernur Kalimantan Timur, H Isran Noor, sebelum kemudian menghadap Wakil Gubernur untuk melaporkan perkembangan kesiapan.

“Tadi pagi kami sudah menghadap Gubernur Harum, sekarang kami melaporkan juga kepada Pak Wagub mengenai perkembangan persiapan,” kata Henock.

Wagub Seno Aji mengapresiasi GMKI sebagai organisasi mahasiswa yang konsisten aktif dan menjalin hubungan baik dengan pemerintah daerah. Ia menilai kehadiran kongres nasional ini akan memberi dampak positif bagi Kalimantan Timur, baik dari segi intelektual maupun ekonomi.

“Hubungan dengan GMKI sudah terjalin lama. Mereka aktif, seperti halnya HMI dan PMII. Tidak ada alasan untuk tidak mendukung kegiatan mahasiswa,” ujar Seno.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur siap memberikan dukungan maksimal untuk kesuksesan acara ini.

“Saya yakin Pak Gubernur juga akan mendukung penuh. Yang jelas, Pemprov Kaltim siap membantu semaksimal mungkin,” tegasnya.

Pemilihan Samarinda sebagai tuan rumah ditetapkan dalam Kongres GMKI ke-38 di Tana Toraja pada akhir tahun 2022. Acara lima hari ini diproyeksikan akan dihadiri lebih dari 1.000 peserta dari 120 cabang GMKI yang tersebar di seluruh Indonesia.

Panitia juga tengah merancang pendekatan kepada pemerintah pusat untuk mendukung penyelenggaraan kongres, termasuk mengundang Presiden RI Prabowo Subianto untuk membuka acara secara resmi. Langkah ini dianggap strategis dalam merespons isu-isu nasional yang melibatkan mahasiswa sebagai agen perubahan sosial.

Kongres ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran pemuda Kristen dalam dinamika kebangsaan serta membangun kontribusi aktif terhadap pembangunan nasional, khususnya di era kepemimpinan baru Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *