banner 728x90

RS Kudungga di Kutai Timur Menjadi RS Setara dengan Balikpapan dan Samarinda

Sangatta – dr. Novel Tyti Paembonan, Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), mengakui bahwa upaya pembenahan yang dilakukan pemerintah Kutim terhadap bidang kesehatan sangat baik. Terutama di Rumah Sakit (RS) Kudungga, rumah sakit ini telah menjadi setara dengan RS di Balikpapan dan Samarinda, baik dari segi sumber daya manusia (SDM) maupun fasilitas kesehatannya.

“Mungkin masih banyak anggota DPRD Kutim yang belum mengetahui bahwa RS Kudungga telah memiliki ahli bedah saraf, ahli rekap medis, ahli paru-paru, dan berbagai dokter spesialis lainnya. Kami juga memiliki peralatan medis yang canggih dan membuat kami bangga. Dengan demikian, kami memiliki RS yang setara dengan RS di Balikpapan dan Samarinda. Oleh karena itu, kami harus menjadikan RS Kudungga sebagai ikon Kutim. Jadi, jika ada yang sakit, tidak perlu pergi jauh-jauh, cukup pergi ke RS Kudungga. Saya sendiri pernah menjadi pasien selama sepuluh hari di sana saat pandemi COVID,” kata Novel.Kamis (08/06/2023) di Kantor DPRD Kutim.

Namun, Novel melihat bahwa masih ada masalah, terutama dalam hal kekurangan tenaga kesehatan di RS yang telah dibangun oleh pemerintah, seperti RS Muara Bangkal, yang kebutuhan SDM-nya belum terpenuhi. Oleh karena itu, Novel meminta agar dilakukan evaluasi. Mungkin ada banyak tenaga kesehatan yang ingin bergabung, tetapi terkendala oleh beberapa hal yang tidak sesuai dengan harapan mereka, terutama masalah gaji dan tunjangan yang ditawarkan.

“Tenaga dokter, bidan, perawat, apoteker, mungkin mereka tertarik untuk bergabung, tetapi mereka melihat bahwa gaji dan tunjangan yang kami tawarkan terlalu kecil. Oleh karena itu, kami harus menghargai keahlian mereka dengan memberikan tunjangan yang pantas dan bersaing dengan daerah lain, agar mereka mau bergabung,” ucapnya.

Dikatakan juga bahwa perbaikan, terutama terkait gaji dan tunjangan, sangat diperlukan karena anggaran Kutim sudah siap.

“Anggaran kami sudah siap, kami harus menghargai keahlian mereka agar mereka mau bergabung,” jelasnya.

Dalam kesimpulannya, Novel meminta agar semua pihak melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap permasalahan gaji dan tunjangan ini agar RS di Kutim bisa terus berkembang dan memiliki tenaga kesehatan yang memadai. Hal ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Kutim dan mengukuhkan posisi RS Kudungga sebagai penyedia layanan kesehatan yang terbaik di daerah ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *