
SAMARINDA – Perumda Air Minum Tirta Tuah Benua Kutai Timur (Perumdam Kutim) mulai mematangkan langkah penguatan pelayanan air bersih di Kecamatan Teluk Pandan. Selain mengurus kelengkapan administrasi pemasangan meter induk, Perumdam Kutim juga menjajaki pola kerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk mendukung pengelolaan dan distribusi air bersih kepada masyarakat.
Langkah tersebut dibahas dalam koordinasi bersama UPTD Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Provinsi Kalimantan Timur di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kaltim, Bidang Cipta Karya, Jalan Tengkawang, Samarinda, Rabu (28/10/2026).
Ada dua agenda penting dalam pertemuan tersebut. Pertama, menindaklanjuti administrasi pemasangan meter induk yang diperlukan untuk pengaturan dan pencatatan distribusi air. Kedua, membahas kemungkinan pelibatan BUMDes dalam pengelolaan layanan air bersih di Kecamatan Teluk Pandan.
Kepala Unit Teluk Pandan Perumdam Kutim, Buyung Anggali W.W., mengatakan penjajakan kerja sama dengan BUMDes merupakan tindak lanjut arahan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kutai Timur agar pengelolaan pelayanan air bersih ditangani Perumdam, sedangkan Dinas PU lebih berfokus pada pembangunan infrastruktur.
Menurutnya, pelibatan BUMDes perlu disertai pemahaman yang jelas mengenai tanggung jawab dan kemampuan teknis dalam mengelola pelayanan air bersih.
Sebab, pengelolaan air bersih tidak berhenti pada pembangunan dan pemasangan jaringan perpipaan. Ada tanggung jawab operasional yang harus dijalankan, mulai dari pemantauan jaringan, penanganan kebocoran, perbaikan pipa, hingga pemeliharaan secara berkala.
“Nantinya BUMDes akan menghadapi pengelolaan operasional. Pelayanan air bersih bukan hanya memasang jaringan, tetapi juga mencakup penanganan kebocoran dan pemeliharaan apabila terjadi gangguan,” jelas Buyung.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Subbagian Tata Usaha UPTD SPAM Regional Kaltim, Fahrul Rozy, menjelaskan bahwa ketentuan pemanfaatan air dari SPAM Regional mengatur pola kerja sama dengan pemerintah daerah.
Apabila pemerintah daerah ingin melibatkan BUMDes dalam pengelolaan layanan, terdapat dua alternatif mekanisme. Pertama, melalui kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, dalam hal ini Dinas PU. Kedua, melalui kerja sama langsung antara Perumdam Kutim dan BUMDes sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, Fahrul menawarkan alternatif distribusi air melalui mekanisme pembelian air menggunakan mobil tangki.
Dalam skema tersebut, BUMDes dapat membeli air dari Perumdam Kutim menggunakan kendaraan tangki yang telah terdaftar dan memperoleh izin pengambilan air. Setiap kendaraan harus didata berdasarkan nomor polisi agar proses pengambilan air dapat dikendalikan dan tidak dilakukan oleh kendaraan yang tidak terdaftar.
“Kalau memang ada kerja sama, mungkin bisa dengan pola pembelian air melalui mobil tangki. Nomor polisi kendaraannya dicatat sehingga kendaraan di luar daftar tidak diperbolehkan mengambil air,” ungkap Fahrul.
Skema tersebut menjadi salah satu alternatif yang dapat dikaji lebih lanjut untuk memperluas jangkauan distribusi air bersih, khususnya apabila pengelolaan melalui jaringan perpipaan belum menjangkau seluruh wilayah pelayanan.
Administrasi Meter Induk Mulai Ditindaklanjuti
Selain pembahasan kerja sama dengan BUMDes, koordinasi tersebut juga difokuskan pada penyelesaian administrasi pemasangan meter induk.
Staf Perencanaan Teknik Perumdam Kutim, Zima Mauliannur, menjelaskan bahwa titik koordinat yang diajukan untuk pemasangan meter induk telah sesuai. Adapun dokumen yang disampaikan dalam pertemuan tersebut merupakan perubahan tujuan surat, dari sebelumnya ditujukan kepada UPTD SPAM Regional menjadi kepada Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Timur.
“Untuk titik koordinat pemasangan meter induk sudah sesuai. Surat yang kami antar hari ini hanya mengubah tujuan surat, yang awalnya kepada UPTD menjadi kepada Kepala Dinas PU. Namun, dalam tembusan surat tetap dicantumkan UPTD,” terangnya.
Fahrul Rozy menyampaikan bahwa surat keterangan terkait titik koordinat tersebut akan segera diteruskan kepada pimpinan untuk mendapatkan arahan dan tindak lanjut.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena pimpinan UPTD SPAM Regional sedang mengikuti rapat kerja saat kunjungan berlangsung.
Perkuat Pelayanan SPAM Regional Indominco
Koordinasi ini tidak terlepas dari upaya pengembangan SPAM Regional Indominco yang memanfaatkan sumber air baku dari void atau bekas tambang milik PT Indominco Mandiri (IMM) di Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur.
Program tersebut merupakan bentuk kolaborasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, Pemerintah Kota Bontang, dan PT Indominco Mandiri untuk memperluas akses pelayanan air bersih lintas daerah.
Berdasarkan pemberitaan resmi Perumdam Kutim pada 7 Juli 2025, External Affair PT Indominco Mandiri, Hasto Pranowo, menjelaskan bahwa kedalaman void bervariasi antara 40 hingga 60 meter. Sumber air baku tersebut berasal dari kawasan bekas tambang.
Jarak dari lokasi void menuju titik interkoneksi dengan instalasi pengolahan air (Water Treatment Plant/WTP) mencapai sekitar 25 kilometer, dengan kapasitas pengambilan air baku sebesar 250 liter per detik.
Dukungan terhadap program ini sebelumnya juga ditunjukkan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud saat meninjau lokasi rencana pembangunan SPAM Regional Void Indominco di kawasan Void L13 W1 PT Indominco Mandiri pada 5 September 2025.
Mengutip pemberitaan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Timur pada 6 September 2025, Gubernur mengapresiasi kolaborasi antara perusahaan dan pemerintah daerah tersebut. Ia berharap pembangunan SPAM Regional dapat segera diselesaikan sehingga manfaat penyediaan air bersih bisa dirasakan masyarakat.
Bagi Perumdam Kutim, penyelesaian administrasi meter induk dan penjajakan kerja sama dengan BUMDes menjadi dua bagian penting dalam memperkuat sistem pelayanan air bersih di Kecamatan Teluk Pandan.
Ke depan, kejelasan mekanisme kerja sama, pembagian tanggung jawab operasional, serta pengendalian distribusi air diharapkan menjadi dasar agar pemanfaatan SPAM Regional Indominco tidak hanya menghadirkan infrastruktur penyediaan air baku, tetapi juga memastikan air bersih dapat dikelola dan disalurkan secara berkelanjutan kepada masyarakat.(PDAM/kz)
