banner 728x90

Pemprov Kaltim Ajak HIPMI Garap Industri Turunan Sawit

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji membuka rapat kerja HIPMI Kaltim di Hotel Mercure Samarinda, Selasa (2/12/2025) (Kutimzone.com)

Samarinda – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, mendorong Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kaltim untuk mengambil peran lebih besar dalam pengembangan industri turunan kelapa sawit. Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat perekonomian daerah dan mengurangi ketergantungan pada penjualan bahan mentah.

Hingga akhir 2025, luas lahan sawit produktif di Kaltim tercatat sekitar 1,5 juta hektar dari target 3 juta hektar. Potensi besar ini menurut Seno, belum tergarap maksimal, terutama dalam sektor hilirisasi seperti pengolahan Crude Palm Oil (CPO) menjadi produk bernilai tambah.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga turut serta dalam mencari sumber-sumber usaha baru, sumber-sumber investasi baru,” ujarnya, Selasa (2/12/2025).

Ia menambahkan, selain memperluas kebun sawit, Pemprov juga mendorong pengolahan CPO menjadi beragam produk, seperti biodiesel dan minyak goreng. Menurutnya, pengusaha muda yang tergabung dalam HIPMI harus mampu menangkap peluang tersebut.

“Dari CPO kita bisa membuat biodiesel, kita bisa membuat minyak goreng dan lain sebagainya. Ini juga bisa dikerjakan dengan HIPMI Kalimantan Timur,” jelasnya.

Seno juga menyinggung pentingnya menciptakan model usaha mandiri yang tidak bergantung sepenuhnya pada proyek-proyek pemerintah, melainkan menghasilkan pemasukan baru yang bersumber dari kekuatan industri lokal.

“Tidak melulu bekerja sebagai penggerak kontraktor pemerintah tapi justru HIPMI bisa membuat ekonomi baru di sektor hilirisasi industri,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa arah pembangunan Kaltim ke depan harus bertumpu pada inovasi sektor riil, salah satunya melalui peningkatan kapasitas industri lokal yang berbasis pada komoditas unggulan seperti sawit.

Dengan memperkuat sektor hilir, Pemprov Kaltim berharap terciptanya lapangan kerja baru, peningkatan nilai ekspor, serta tumbuhnya ekonomi lokal berbasis inovasi. Dalam konteks ini, HIPMI didorong menjadi garda terdepan transformasi ekonomi tersebut. (ADV).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *