Kutai Barat – Seperti sungai Mahakam yang tak pernah berhenti mengalir, semangat kolaborasi antara petani, nelayan, dan pemerintah di Kalimantan Timur kembali menyatu dalam gelaran Pekan Daerah Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (PEDA KTNA) XI, yang akan berlangsung di Kutai Barat pada 21–27 April 2025.
Ajang tahunan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat jaringan komunikasi, kolaborasi, dan pertukaran gagasan di antara pelaku sektor pertanian dan kelautan se-Kalimantan Timur.
Wakil Gubernur Kaltim, H Seno Aji, menunjukkan dukungan penuh dengan telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi kegiatan di Barong Tongkok, Kutai Barat, sejak 27 Maret lalu. Dalam pertemuan audiensi dengan tim KTNA se-Kaltim pada Kamis (17/4/2025), Seno menegaskan komitmennya untuk hadir dalam penutupan PEDA KTNA sebagai bentuk penghargaan terhadap semangat juang petani dan nelayan.
“Untuk penutupan saya siap hadir,” ujar Seno Aji.
Ia menyampaikan bahwa berbagai persiapan teknis telah dilaksanakan dengan baik, termasuk perbaikan akses jalan menuju Kutai Barat, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), serta akomodasi bagi para peserta dan tamu undangan.
“Pelaksanaan PEDA saya rasa persiapannya sudah bagus. Mudah-mudahan semua berjalan lancar,” imbuhnya dengan nada optimistis.
Sebelumnya, Asisten II Setda Kaltim Ujang Rahmad dan Ketua KTNA Kaltim Anwar telah memimpin rapat persiapan yang memastikan keterlibatan sebanyak 1.537 peserta dari seluruh kabupaten/kota di Kaltim. Jumlah ini menunjukkan tingginya antusiasme kelompok tani dan nelayan untuk terlibat aktif dalam pembangunan daerah.
PEDA KTNA XI akan menjadi ruang strategis untuk menyuarakan aspirasi, memperkuat sinergi antarsektor, dan mempercepat pembangunan berbasis pertanian dan kelautan. Melalui forum ini, diharapkan muncul gagasan-gagasan segar serta penguatan kapasitas kelompok tani dan nelayan di tengah tantangan zaman.
Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi, PEDA KTNA tak sekadar jadi ajang seremonial, tetapi menjadi simbol dari semangat gotong royong dan keberlanjutan sektor pangan di Kalimantan Timur.



