banner 728x90

Museum Nelayan Wisata Edukasi Desa Pela

Wisata edukasi bagi para pengunjung yang datang ke Museum Nelayan (Istimewa)

Kutimzone.com, Kutai Kartanegara – Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memiliki objek wisata edukasi bagi para pengunjung yang datang ke daerah ini, yaitu Museum Nelayan. 

Museum ini sengaja dibangun untuk memberikan edukasi kepada masyarakat maupun wisatawan tentang betapa berbahayanya ilegal fishing yang kerap digunakan masyarakat dalam menangkap ikan. 

“Jadi ini berdirinya di 2020, sedangkan konsep awal di 2018. Pada 2021 sudah menggunakan barcode, jadi sudah digitalisasi juga,” kata Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pela, Alimin, Rabu, 27 Maret 2024..

Museum ini memamerkan berbagai jenis alat tangkap ikan, baik yang ilegal dan merusak maupun alat tangkap ikan tradisional yang ramah lingkungan dan telah digunakan nelayan Desa Pela yang sudah turun temurun. 

Selain itu, museum tersebut juga memuat beragam informasi mengenai hewan endemik yakni, Pesut Mahakam dan berbagai jenis ikan yang menghuni Sungai Pela dan Danau Semayang. 

“Apabila ada wisatawan yang ingin mengetahui informasi terkait item-item yang ada di museum bisa melalui QR atau Barcode di situ semua sudah ada penjelasannya,” kata Alimin.

Hanya dengan merogoh kocek sebesar Rp 10 ribu, wisatawan bisa masuk dan melihat berbagai koleksi yang dimiliki Museum Nelayan Desa Pela. 

Alimin mengatakan, museum ini sangat digemari pengunjung. Pasalnya, mereka dapat mengetahui berbagai informasi tentang perkembangan nelayan dan juga ikan-ikan yang menghuni kawasan tersebut.

“Selain untuk mengingatkan sesama nelayan, ini juga bisa menjadi edukasi bagi masyarakat,”Ujar dia. (ADV/Rls)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *