
SANGATTA – Akses menuju perguruan tinggi unggulan terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Sejak 2024, pemerintah daerah menjalankan program beasiswa reguler bagi 50 mahasiswa asal Kutim agar dapat menempuh pendidikan di sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono, menjelaskan bahwa program tersebut masih berlanjut hingga 2026. Mahasiswa penerima beasiswa diarahkan untuk melanjutkan studi di sejumlah kampus, di antaranya Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Bagi Mulyono, program ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada putra-putri daerah agar bisa mengakses pendidikan tinggi dengan dukungan pemerintah.
“Program beasiswa reguler untuk anak-anak Kutai Timur sebanyak 50 orang supaya bisa kuliah di perguruan tinggi terbaik di Indonesia,” kata Mulyono saat ditemui di ruang kerjanya beberapa hari lalu.
Dia menjelaskan, pelaksanaan program melibatkan koordinasi lintas perangkat daerah. Disdikbud Kutim berperan dalam komunikasi dan koordinasi dengan perguruan tinggi, sedangkan pengelolaan anggaran beasiswa untuk jenjang SMA hingga perguruan tinggi berada dalam koordinasi Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten Kutim.
Untuk pembagian peran tersebut menjadi bagian dari penyelenggaraan program agar dukungan pendidikan dapat berjalan sesuai dengan kewenangan masing-masing pihak.
Di samping beasiswa reguler, Kutim juga mulai menjalankan skema pendidikan tinggi baru pada 2026 melalui kerja sama dengan Sampoerna University. Mulyono menyebut terdapat 10 peserta yang mengikuti program tersebut.
Untuk program tersebut, pembiayaan melibatkan pemerintah daerah dan pihak universitas. Meski demikian, rincian kontribusi masing-masing pihak serta persyaratan penerimaan peserta masih memerlukan penjelasan lebih lanjut.
Ia mengatakan bahwa,dukungan terhadap mahasiswa yang menempuh pendidikan di kampus unggulan merupakan salah satu langkah untuk memperluas kesempatan belajar bagi generasi muda Kutim. Pendidikan tinggi diharapkan dapat membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan perkembangan dunia kerja.
Dalam jangka panjang, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu modal penting bagi pembangunan daerah. Mahasiswa yang mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan di luar daerah berpeluang mengembangkan kompetensi yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk mendukung kemajuan Kutim.
Tapi, keberlanjutan program beasiswa juga membutuhkan pengelolaan yang terukur. Selain memastikan dukungan pembiayaan, informasi mengenai persyaratan penerima, mekanisme seleksi, dan perkembangan studi mahasiswa perlu disampaikan secara terbuka.
Informasi tersebut penting agar masyarakat dapat memahami bagaimana program dijalankan sekaligus mengetahui peluang yang tersedia bagi calon mahasiswa lainnya.
Jadi dengan keberlanjutan beasiswa reguler sejak 2024 dan hadirnya program bersama Sampoerna University pada 2026, Pemkab Kutim memiliki sejumlah skema untuk mendukung akses pendidikan tinggi. Konsistensi pelaksanaan, transparansi, dan evaluasi program menjadi faktor penting agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh generasi muda daerah.(ADV/Kominfo)
