
SANGATTA – Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berupaya memperluas promosi destinasi wisata melalui kreativitas pembuat konten digital. Salah satu langkah yang disiapkan adalah menggelar lomba vlog untuk memperkenalkan potensi wisata Long Play kepada masyarakat yang lebih luas.
Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kutim, Akhmad Rifani, mengatakan lomba tersebut dirancang untuk melibatkan masyarakat yang memiliki hobi membuat video dan konten kreatif. Melalui karya visual yang menarik, promosi destinasi diharapkan dapat menjangkau audiens lebih luas melalui platform digital.
Demikian disampaikan Akhmad Rifani saat ditemui awak media di ruang kerjanya. Ia menjelaskan, lomba vlog menjadi salah satu kegiatan yang direncanakan Dinas Pariwisata untuk mendorong keterlibatan pelaku ekonomi kreatif dalam mendukung promosi pariwisata daerah.
“Teman-teman video ini kan suka bikin konten. Nah, itu salah satunya,” ucapnya.
Menurut dia, perkembangan media digital membuka peluang bagi masyarakat untuk ikut memperkenalkan potensi daerah melalui karya yang mereka hasilkan. Konten video dapat menjadi sarana promosi yang lebih dekat dengan kebiasaan masyarakat dalam mengakses informasi dan mencari referensi destinasi wisata.
Rifani menambahkan, pengembangan ekonomi kreatif tidak hanya berkaitan dengan promosi wisata, tetapi juga mencakup berbagai subsektor, seperti fotografi, videografi, kuliner, musik, dan seni pertunjukan. Karena itu, keterlibatan para kreator menjadi bagian dari upaya menghubungkan potensi kreativitas masyarakat dengan sektor pariwisata.
Dia menjelaskan, lomba vlog merupakan satu dari sejumlah kegiatan yang ingin dihadirkan Dinas Pariwisata dalam rangkaian Erau Kutai Timur. Selain promosi digital, pihaknya juga merencanakan lomba musik tingkilan dan lomba kuliner khas Kutai sebagai upaya mengangkat kekayaan budaya serta potensi lokal.
Tapi, pelaksanaan berbagai kegiatan tersebut tetap mempertimbangkan kemampuan anggaran yang tersedia. Menurutnya, Dinas Pariwisata berupaya memilih kegiatan yang dapat dijalankan sesuai kapasitas, sekaligus memberi ruang bagi pelaku seni dan ekonomi kreatif untuk menunjukkan kemampuan mereka.
Melalui rencana lomba vlog ini, promosi wisata diharapkan tidak hanya bergantung pada kanal resmi pemerintah, tetapi juga dapat diperkuat melalui karya kreatif masyarakat. Dengan demikian, potensi destinasi daerah berpeluang dikenal oleh lebih banyak orang melalui konten yang dibuat dan disebarluaskan secara digital.
Kendati demikian, jadwal pelaksanaan, ketentuan peserta, mekanisme lomba, dan informasi teknis lainnya masih perlu dipastikan lebih lanjut oleh penyelenggara.(ADV/Kominfo).
