banner 728x90

Kutim Lawan Tren Pernikahan Dini dengan Gerakan Apresiasi

Kutim lawan tren pernikahan anak usia dini. (Istimewa)

Kutimzone.com, Sangatta  – Di tengah keprihatinan atas tingginya angka pernikahan dini di Kutai Timur, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim menggelar terobosan baru yang diharapkan dapat memberikan dampak signifikan bagi masyarakat pada Senin, 18 November 2024.

Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga DPPKB Kutim, Ani Saidah, meluncurkan program inovatif bertajuk  Advokasi Promosi dan Edukasi pada Remaja dan Anak Sekolah tentang Pencegahan Pernikahan Dini (Apresiasi).

Ani Saidah menekankan urgensi program ini sebagai respon terhadap permasalahan mendesak yang mengancam masa depan generasi muda. “Pernikahan dini bukan hanya masalah usia, tetapi juga berkaitan dengan kesiapan mental, sosial, dan ekonomi. Hal ini sangat mempengaruhi kesehatan generasi mendatang,” ujar dia.

Tingginya Kasus Pernikahan Dini

Dari data terkini, Kutai Timur mencatat angka pernikahan dini yang cukup mengkhawatirkan. Menurut laporan DPPKB, lebih dari 15% perempuan di daerah tersebut menikah sebelum usia 18 tahun. Angka ini tidak hanya mengindikasikan ketidakberdayaan perempuan, tetapi juga menjadi salah satu faktor penyebab stunting, yang sampai saat ini masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang krusial di Indonesia. 

Strategi Taktis Program Apresiasi

Program APRESIASI dirancang dengan pendekatan bertahap yang mencakup jangka pendek, menengah, dan panjang. Dalam 60 hari pertama, fokus program ini adalah memberikan edukasi pranikah di dua kecamatan terpilih serta menggelar kompetisi video edukasi di kalangan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). 

Selanjutnya, dalam jangka waktu satu tahun, program ini akan diperluas ke 18 kecamatan dengan dukungan monitoring serta evaluasi yang ketat. Ani menjelaskan bahwa penghargaan bagi kader terbaik pada Hari Keluarga Nasional juga akan menjadi salah satu pendorong motivasi dalam pelaksanaan program ini. 

“Dengan penglibatan remaja dan masyarakat secara aktif, kami harapkan dapat mengubah paradigma yang ada mengenai pernikahan dini dan pengasuhan anak,” tambahnya.

Pelatihan untuk Masa Depan

Satu aspek menarik dari APRESIASI adalah pelatihan intensif bagi kader dan petugas lapangan. Ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kapasitas mereka dalam menyampaikan edukasi yang efektif. Dengan demikian, DPPKB Kutim meyakini bahwa akar permasalahan terkait pernikahan dini dan pola asuh yang kurang tepat dapat teratasi.

“Pendidikan tentang pengasuhan di 1000 Hari Pertama Kehidupan menjadi hal yang sangat penting untuk memastikan generasi mendatang tumbuh dengan baik,” tutur Ani.

Kolaborasi Semua Pihak

Pelaksanaan program APRESIASI tidak hanya melibatkan DPPKB, tetapi juga berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah, sekolah, hingga komunitas remaja seperti PIK-R dan Duta Genre. Kegiatan edukasi langsung di sekolah-sekolah, lomba video, dan monitoring berkelanjutan menjadi tulang punggung program ini.

Indikator keberhasilan program ini jelas dan terukur: penurunan angka pernikahan dini, pencapaian target stunting nasional, dan tinggi partisipasi masyarakat dalam kegiatan edukasi.

Harapan untuk Masa Depan

Peluncuran Apresiasi menjadi momen penting bagi Kutai Timur untuk menunjukkan komitmennya pada masa depan generasi muda. DPPKB berharap bahwa dengan kolaborasi lintas sektor dan pendekatan berbasis komunitas yang kuat, program ini dapat menjadi solusi nyata untuk mengatasi permasalahan mendesak yang selama ini mengancam keutuhan keluarga dan kesehatan masyarakat.

“Ini bukan hanya soal data atau angka, tetapi tentang bagaimana kita membangun masa depan yang lebih baik untuk anak-anak kita,” tutup Ani dengan optimisme, menegaskan harapan untuk menciptakan perubahan positif di lingkungan masyarakat.

Apakah Kutai Timur siap menjadi pelopor dalam perubahan ini? Sebuah pertanyaan yang menggelitik, menunggu untuk ditemukan jawabannya melalui aksi nyata, optimisme, dan kerja sama semua elemen masyarakat. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *