SAMARINDA-Berbagai kritikan dan kecaman terkait ucapan dari salah satu cawapres jika dirinya sudah enak di Jakarta tiba tiba disuruh ke hutan terus bergulir di seluruh masyarakat Kaltim.
Kini kecaman datang dari Ketua Kerukunan Keluarga Adat Dayak Kenyah Kaltim Jiuhardi. Saat ditemui awak media Jiuhardi mengaku sebagai orang asli Kalimantan dari suku dayak Kenyah sangat tersinggung dengan ucapan Cawapres Muhaimin Iskandar.
“Saya selaku Ketua Kerukunan Keluarga Adat Dayak Kenyah sangat sangat tersinggung dengan ucapan Cawapres Muhaimin Iskandar, ucapan tersebut sama sekali tidak mencerminkan seorang pemimpin bagaimana mau menjadi pemimpin Indonesia kalau ucapannya saja sudah menyakiti rakyatnya, ” ujar Jiu.
Jiuhardi juga menegaskan bahwa masyarakat adat Dayak Kaltim juga mengutuk perkataan cawapres tersebut karena menurutnya sudah merendahkan masyarakat asli Kalimantan.
“Siapapun Capres dan Cawapresnya jika sudah tidak mendukung apalagi menolak pembangunan IKN di Kaltim jangan juga berharap akan menang di Kaltim, kami seluruh masyarakat Dayak telah sepakat untuk tidak memilih capres cawapres yang tidak mendukung pembangunan IKN, ” tegas Jiuhardi.
Jiuhardi juga menekankan jika masyarakat Dayak Kenyah Kaltim ataupun masyarakat dayak Kaltim dari awal sangat mendukung pemerintah dalam pembangunan IKN karena sebagai wujud pemerataan pembangunan Negeri ini.



