Kutimzone.com, Sangatta – Anggota DPRD Kutai Timur, Faizal Rachman, berbicara tentang dampak positif kebijakan presiden Jokowi, salah satunya adalah Tol Laut 8 yang diharapkan dapat mengoptimalkan transportasi laut di Indonesia.
Tol Laut 8, yang semula direncanakan untuk menghubungkan berbagai pelabuhan di Indonesia demi mengurangi biaya distribusi barang dan menjaga stabilitas harga barang di daerah, mengalami pergeseran rute. Meskipun konsep tol laut dianggap lebih efisien dan ekonomis, kendala teknis seperti pembangunan jalan lintas yang tak kunjung selesai telah memperlambat kemajuan proyek ini.
“Tujuannya tol laut 8 menekan supaya barang tidak terlalu mahal. Ini program pak Jokowi,” ungkap Faizal Dalam wawancara diruang kerjanya, Rabu (30/8/2023).
“Bayangkan kalau transportasi Truck kontainer dari sewa kontainer Jakarta – Palaran bisa puluhan juta. Kalau pakai laut dari Jakarta hanya 4 juta an,” imbuhnya.
Politisi PDIP mengungkapkan keprihatinannya terkait keterlambatan operasionalisasi. Ia menjelaskan bahwa sejumlah kendala, termasuk singkronisasi antara pemerintah daerah dan provinsi.
“Saya kurang faham. Apa yang menyebabkan penundaan dalam pelaksanaan proyek ini. Kalau saya berharap Maloy ini segera beroperasi,” ucapnya.
Faizal menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap proyek ini untuk memastikan kualitas pelaksanaan yang baik dan efisien. Ia mengungkapkan kekhawatiran masyarakat terhadap keterlambatan ini, khawatir bahwa tujuan utama tol laut untuk menjaga harga barang terkendali dapat terancam jika proyek ini terus terhambat.
Meskipun proyek Tol Laut 8 menghadapi tantangan, diharapkan langkah-langkah lebih lanjut akan diambil untuk memastikan kelancaran proyek ini. Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat dan komitmen BUMN terkait, operasionalisasi pelaksanaan Tol Laut 8 dapat segera direalisasikan, membawa dampak positif bagi efisiensi distribusi dan stabilitas harga barang di Indonesia.


