banner 728x90

Diskominfo Kutim Gelar Sosialisasi TIK untuk Pelajar SMA/SMK

Foto: Sosialisasi TIK oleh Diskominfo Kutim. (Istimewa)

Kutimzone.com, Sangatta – Dalam upaya mendorong optimalisasi pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta mewujudkan pelajar yang cerdas, kreatif, inovatif, dan produktif, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Staper Kutai Timur menggelar Sosialisasi TIK untuk pelajar SMA/SMK tahun 2024 Gelombang II. Kegiatan ini juga bertujuan sebagai upaya preventif terhadap penyalahgunaan TIK.

Acara ini diikuti oleh 150 pelajar yang merupakan perwakilan dari 12 SMA/SMK di Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Narasumber yang hadir berasal dari Tim Relawan TIK Provinsi Kalimantan Timur, yaitu Surya Fajar Saputra dan Tri Wiyanto Sumaryawan.

Hasanuddin, selaku panitia kegiatan, menyampaikan bahwa tujuan sosialisasi ini adalah untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang teknologi informasi dan komunikasi kepada pelajar SMA/SMK di Sangatta.

Foto: Siswa SMA/SMK yang mengikuti sosialisasi. (Istimewa)

Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital di kalangan pelajar sehingga dapat mengurangi penyebaran hoaks, mengurangi kerugian akibat penipuan dalam transaksi daring, serta mencegah pencurian data pribadi dan menghilangkan budaya tidak produktif yang memicu permusuhan antar pelajar.

“Apalagi kalangan pelajar rentan menjadi korban penyalahgunaan Teknologi Informasi,” tutur Hasanuddin.

Dalam sambutannya saat membuka acara, Kabid TIK Sulisman yang mewakili Kadis Kominfo Staper, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Tahun 2023 oleh BPS, persentase peserta didik berusia 5-24 tahun yang pernah mengakses internet sebesar 77,46 persen.

Survei tersebut merinci bahwa penggunaan internet oleh peserta didik terutama untuk konten hiburan (86,65 persen), media sosial (66,68 persen), dan mencari informasi atau berita (61,39 persen). Namun, pemanfaatan internet untuk kegiatan produktif seperti pembuatan konten digital, keperluan finansial, WFH, dan penjualan barang/jasa masih sangat kurang, dengan persentase kurang dari 10 persen.

“Berdasarkan hasil survei BPS tersebut, kita mendapat informasi bahwa penggunaan internet untuk hal-hal yang produktif di tingkat pelajar masih sangat kurang,” ujarnya.

Sulisman berharap melalui kegiatan ini, para pelajar dapat menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk hal-hal yang lebih bermanfaat. Dia juga berharap sosialisasi ini memberikan tambahan pengetahuan sehingga para pelajar dapat mengembangkan pemikiran dan keterampilan dalam pemanfaatan teknologi informasi secara optimal dan bertanggung jawab.

Penulis: Agus Umar DaniEditor: Kutimzone.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *