banner 728x90

Bupati Kutim Dukung Program Fahutan Unmul Kolaborasi Kampus di Jepang, Ada Pertukaran Pelajar

Bertemu Bupati, Mahasiswa Jepang dan Fahutan Unmul Bahas Sejumlah Program Kehutanan. Foto (Istimewa)

Kutimzone.com, Sangatta – Mahasiswa Kyoto dan Mie University Jepang didampingi perwakilan mahasiswi beserta Dosen Fakultas Kehutanan (Fahutan) Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda sambangi Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Kutim kawasan Bukit Pelangi, Senin (26/2/2024) beberapa waktu lalu.

Perwakilan Dosen Fahutan Unmul Samarinda, Erwin mengatakan kunjungan ini membahas terkait program penelitian dan pendidikan serta pertukaran pelajar yang menjadi salah satu program andalan dari Fahutan Unmul.

”Jadi Fahutan Unmul punya program, salah satunya pertukaran pelajar di Kyoto University, Mie University dan Kyoto Prefectural University. Dan juga program mengunjungi lokasi penelitian,” tegasnya saat audiensi ke Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman.

Kemudian, Erwin juga menjelaskan dalam penelitian itu nantinya akan memfokuskan dalam pembelajaran konservasi hutan, budaya dan wisata edukasi. Mereka juga sudah belajar bagaimana cara menanam bibit pohon ulin di Lok Bahu Sebulu Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

“Makanya, kita sudah menentukan yang sangat cocok menjadi lokasi penelitian yakni di Hutan Prevab Mentoko di Taman Nasional Kutai (TNK) Kutim untuk dieksplor. Sebelumnya perwakilan mahasiswa Fahutan Unmul bersama mahasiswa Kyoto dan Mie University Jepang sudah dua kali masuk hutan dan ngecamp semalam di Prevab Mentoko TNK yang mempunyai fasilitas penginapan. Mereka belajar di sana untuk mengetahui bagaimana kehidupan habitat orangutan bersama cara mencari pakannya,” urainya.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman tampak terkesima dengan kunjungan ini. Ia pun menerima baik dan mendukung program tersebut dan akan membicarakan lebih lanjut.

“Karena memang ini juga sejalan dengan program yang ada di 2 perguruan tinggi di Sangatta Kutim yakni STIPER dan STIE Nusantara. Tentunya, ke depan bisa berkolaborasi demi kemajuan pendidikan yang lebih luas,” terangnya.

Ia menambahkan memang hutan di Kutim sangat layak dijadikan pusat percontohan penelitian, apalagi yang ada di Hutan Prevab Mentoko.

“Sudah jelas apa-apa saja bisa diamati dengan pembelajaran empiris (pengamatan) dari para mahasiswa dan memang keanekaragaman hayati flora dan fauna di TNK benar-benar bisa membawa cerita pembelajaran yang menginspirasi tentunya,” tegas Ardiansyah.(Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *