banner 728x90
ADV, Berita  

Bupati Ardiansyah: Erau Adat Kutai Jadi Momentum Hidupkan Kembali Budaya Leluhur di Kutim

Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman

SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, menegaskan pelaksanaan Erau Adat Kutai menjadi langkah awal untuk kembali menghidupkan dan melestarikan adat serta budaya Kutai di Kabupaten Kutai Timur.

Hal itu disampaikan Ardiansyah saat ditemui awak media setelah menutup rangkaian Erau Adat Kutai di Sekretariat Adat Kutai, Selasa (13/10/2026).

Menurut Ardiansyah, pelaksanaan kegiatan adat tidak sekadar menjadi perayaan seremonial, tetapi juga harus menjadi bagian dari upaya menjaga warisan leluhur agar tetap dikenal dan dilestarikan oleh generasi mendatang.

Ia menjelaskan, pelaksanaan ritual adat harus berpedoman pada aturan dan rujukan yang jelas. Setelah terbentuknya pemangku adat Kutai di Kutim, terdapat ketentuan adat yang menjadi acuan dalam menjalankan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari tata busana, agenda hingga ritual adat.

“Tidak mungkin kita menyelenggarakan ini tanpa ada SOP yang jelas,” ungkapnya.

Ardiansyah menyebut, pemerintah dan pemangku adat mengacu pada aturan adat yang bersumber dari tradisi Kesultanan Kutai Kartanegara. Rujukan tersebut menjadi pedoman agar pelaksanaan Erau tetap sesuai dengan ketentuan dan nilai-nilai adat yang berlaku.

Ia juga menilai, sejarah panjang Kerajaan Kutai menjadi alasan penting untuk terus menggali dan menjaga kekayaan budaya yang diwariskan. Menurutnya, tradisi yang masih dapat ditelusuri perlu terus dikembangkan dengan tetap mengacu pada rujukan adat yang ada.

Meski pelaksanaan Erau tahun ini masih memiliki sejumlah kekurangan, Ardiansyah berharap kegiatan tersebut dapat menjadi titik awal untuk memperkuat kembali keberadaan adat dan budaya Kutai di Kutim.

Oleh karena itu, ia mendorong pemangku adat untuk terus menggali tradisi lokal, termasuk berbagai ritual dan nilai budaya yang masih dapat dikembangkan di daerah tersebut.

Upaya ini diharapkan tidak hanya menjaga keberlangsungan tradisi, tetapi juga memperkuat identitas budaya Kutai di tengah perkembangan zaman.

Dengan pelaksanaan yang berpedoman pada aturan adat serta keterlibatan pemangku adat, Erau diharapkan menjadi ruang pelestarian budaya yang berkelanjutan bagi masyarakat Kutai Timur (ADV/Kominfo).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *