banner 728x90

Berkunjung ke Kaltim, Ganjar Didapuk Jadi Warga Kehormatan Dayak Kenyah

Foto: Ganjar Pranowo saat diangkat menjadi anggota kehormatan adat Dayak Kenyah, Kaltim (dok. istimewa).

Kutimzone.com, Balikpapan – Calon Presiden (Capres) nomor 3, Ganjar Pranowo resmi diangkat sebagai warga kehormatan Adat Dayak Kenyah, Kalimantan Timur (Kaltim). Pengangkatan itu dilakukan oleh pihak otoritas, yakni Kepala Adat Besar Dayak Kenyah Kaltim, Ajang Kedung.

Prosesi pengangkatan itu ditandai dengan penyematan pakaian adat khas Dayak Kenyah. Ganjar lalu diberi rompi, kalung manik (Uleng Inoq), gelang manik (Leko Inoq), topi kebesaran adar (Bluko dan mandau (Suahpuk Sauptulang).

Melansir detikNews, pengangkatan Ganjar sebagai warga kehormatan dilakukan saat dia menghadiri ramah tamah dengan tokoh adat, masyarakat dan lintas agama. Acara itu berlangsung di Balikpapan, Kaltim, tepatnya di Swiss-Bell hotel, pada Selasa, 5 Desember 2023, kemarin malam.

“Pertama penyematan prosesi pakaian adat menandakan bahwa beliau Pak Ganjar diangkat dijadikan warga kehormatan adat Dayak Kalimantan Timur. Namun di dalam hal ini kita dilakukan secara Adat Dayak Kenyah secara simbolis,” kata Ajang Kedung.

Ajang Kedung mengungkapkan, pakaian adat Dayak Kenyah Kaltim yang diberikan kepada Ganjar memiliki arti yang cukup dalam. Rompi adat melambangkan Sapeikrei, yang berarti melindungi Ganjar dari hal-hal negatif.

Sementara, Uleng Inoq melambangkan kepercayaan dan amanah masyarakat adat kepada Ganjar sebagai calon pemimpin besar dan juga amanah.

Selain itu, Leko Inoq diartikan sebagai ikatan kekeluargaan. Artinya, Ganjar dianggap sebagai salah satu keluarga yang diamanatkan untuk bertarung pada Pilpres 2024 nanti.

Bluko yang dikenakan Ganjar sendiri dimaknai sebagai simbol penerimaan Ganjar terhadap amanah dari tokoho-tokoh adat yang memegang teguh ada istiadat dari orang tua dan para leluhur. Sedangkan Suahpuk Sauptulang melambangkan kekuatan Ganjar menjalankan tugas untuk berpegang teguh pada petunjuk Tuhan yang Maha Kuasa.

Terpisah, Ganjar yang diangkat sebagai salah satu warga kehormatan adat mengaku senang bisa diterima dengan baik di kaltim. “Saya senang, bahagia karena mendapatkan sambutan yang luar biasa,” ucap Ganjar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *