banner 728x90

Terkait Dugaan PHK Sepihak PT AEL, Basti Minta Ditinjau Kembali

Sangatta – Basti Sanggalangi, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur mengumumkan bahwa saran mereka kepada manajemen PT Africa Explosive Limited (PT AEL) dan mantan karyawan yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) telah ditanggapi dengan serius. Pertemuan Bipartit telah diadakan untuk membahas isu PHK sepihak dan mutasi karyawan yang dilakukan oleh PT AEL, dan beberapa kesepakatan telah dicapai.

Basti Sanggalangi, Anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur, menyatakan bahwa PT AEL akan mempertimbangkan keputusan PHK terkait dengan dugaan PHK sepihak. Artinya, akan diperiksa kembali apakah karyawan tersebut berhak untuk di-PHK atau tidak. Apakah pelanggaran yang dilakukan serius atau tidak juga akan dinilai. Jika memang ada keputusan untuk melakukan PHK, hal itu harus mendapatkan persetujuan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kutai Timur.

Lebih lanjut dia mengatakan, “Kami mendapatkan laporan bahwa kedua pihak inagin melakukan pertemuan Bipartit. Hasilnya, PT AEL akan mempertimbangkan masalah PHK tersebut, yang berarti keputusan PHK akan ditinjau kembali untuk memastikan kebenarannya.”

Selain itu, masalah PHK ini terkait dengan kejadian mobil pengisian bahan bakar milik PT AEL yang terbalik. Sebelum memutuskan untuk melakukan PHK, manajemen perusahaan harus meneliti kronologinya terlebih dahulu, apakah kesalahan berasal dari karyawan, peralatan, atau kondisi alam. Hal ini harus menjadi pertimbangan dalam mengambil keputusan PHK.

Basti mengemukakan bahwa belum ada informasi lebih lanjut mengenai hasil akhir atau keputusan terkait dugaan PHK sepihak ini. Namun, ia memperkirakan bahwa saat ini manajemen PT AEL sedang mengkaji ulang keputusan mereka untuk melakukan PHK terhadap sejumlah karyawan.

“Dalam hal ini, terkait kecelakaan mobil pengisian bahan bakar itu, kita harus melihat kronologinya, apakah itu benar-benar kesalahan dari operatornya atau mungkin ada masalah dengan alat atau kondisi alam. Oleh karena itu, saya mendorong manajemen untuk melakukan evaluasi dan Alhamdulillah mereka telah mengikuti saran tersebut,” ungkapnya.

Dia berharap bahwa dalam waktu dekat akan ada hasil atau tindak lanjut dari pertemuan Bipartit ini serta segera disampaikan kepada anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *