Kutimzone.com, Sangatta – Pelabuhan Kenyamukan, yang telah menjadi proyek yang ditunggu-tunggu di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Dana Corporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp 20 miliar dari PT Kaltim Prima Coal (KPC) sudah dikucurkan untuk proyek ini.
Jalan pendekat yang diharapkan selesai pada tahun 2024 ini akan membentang sepanjang 562 meter dengan lebar 30 meter. Meskipun pekerjaan sudah dimulai sejak Januari, kendala utama yang dihadapi adalah pembebasan lahan yang belum tuntas. Pekerjaan ini harus menunggu lahan benar-benar bebas agar dapat berlanjut.
Tidak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Kutim telah mengalokasikan dana sebesar Rp 120 miliar melalui program multiyears contract (MYC) untuk kelanjutan pembangunan Pelabuhan Kenyamukan.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur, M. Amin berharap agar proses pembebasan lahan dapat diselesaikan dengan baik tanpa meninggalkan potensi masalah di masa depan.
“Dengan demikian, proyek tersebut dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat,” ujar Amin saat menyampaikan pandangan akhir Fraksi Demokrat dalam Rapat Paripurna Ke-2 di Ruang Sidang Utama DPRD Kutim, Jumat (8/9/2023).
Pelabuhan Kenyamukan, yang dimulai pada tahun 2012, masih berada dalam tahap pembangunan yang berlarut-larut. Namun, penting untuk dicatat bahwa pelabuhan ini memiliki peran penting dalam memfasilitasi akses transportasi dan distribusi logistik masyarakat Kutim. Terlebih lagi, pada tahun 2017, Presiden Joko Widodo telah menetapkannya menjadi Tol Laut Jalur VIII dan mengkategorikannya sebagai proyek strategi nasional (PSN). Letaknya yang strategis di Alur Laut Kepulauan Indonesia II semakin menegaskan pentingnya kelengkapan proyek ini.
Proyek pembangunan Pelabuhan Kenyamukan adalah salah satu hal penting dalam infrastruktur infrastruktur dan konektivitas wilayah Kutai Timur. Dengan harapan dan dukungan dari pihak terkait, masyarakat setempat berharap agar pembangunan ini akan segera tuntas, membawa manfaat ekonomi yang signifikan, dan membuka peluang baru bagi pertumbuhan daerah tersebut.


