banner 728x90

Agusriansyah Anggap MYC Jadi Solusi Percepatan dan Keberlanjutan Pembangunan Infrastruktur Kutim

Foto: Anggota DPRD Kutai Timur, Agusriansyah Ridwan (dok. istimewa).

Kutimzone.com, Sangatta – Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu program prioritas pemerintah daerah Kutai Timur (Kutim) dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya alokasi anggaran untuk pembangunan infrastruktur di setiap tahun anggaran.

Anggota DPRD Kutim Agusriansyah Ridwan, memberikan pandangan positif terkait pembangunan infrastruktur yang tengah dilakukan oleh pemerintah daerah.

Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera ini mendukung skema kontrak berjangka panjang atau Multi Years Contract (MYC) sebagai solusi untuk meningkatkan akselerasi dan keberlanjutan pembangunan infrastruktur.

“Pembangunan infrastruktur dasar di seluruh wilayah hingga saat ini masih minim. Saya kira MYC perlu dilanjutkan, dan kita harus mengakui bahwa selama ini fokus terhadap infrastruktur tidak maksimal,” ujar Agusriansyah saat wawancara, Selasa, 21 November 2023, kemarin.

Agusriansyah menyampaikan apresiasinya terhadap kepemimpinan Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, dan Wakilnya Kasmidi Bulang. Menurutnya, keduanya memberikan perhatian lebih dan menjadikan pembangunan infrastruktur dasar sebagai program prioritas.

“Coba kita lihat bagaimana pemerintah memenuhi kebutuhan, misalnya listrik, air minum, termasuk jalan penghubung antar kecamatan dan wilayah yang ada,” tambahnya.

Anggota Komisi D DPRD Kutim ini mengakui bahwa meskipun alokasi untuk pembangunan masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan luas wilayah Kutai Timur yang mencapai 35 ribu km persegi, namun menurutnya, terdapat peningkatan pembangunan yang signifikan sejak awal kepemimpinan pasangan Ardiansyah Sulaiman dan Kasmidi Bulang.

“Dengan alokasi yang sudah digelontorkan cukup besar untuk pembangunan yang sedang berlangsung, kita tidak perlu ragu untuk mengakui bahwa kepemimpinan mereka berdua sangat sukses dalam menjalankan amanah rakyat,” ungkap Agusriansyah.

Agusriansyah menilai, MYC merupakan skema yang tepat untuk diterapkan dalam pembangunan infrastruktur di Kutim.

Hal ini karena MYC dapat memberikan kepastian bagi kontraktor dalam melaksanakan pekerjaannya, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Selain itu, MYC juga dapat mengurangi risiko penghentian pekerjaan akibat perubahan anggaran.

“MYC juga dapat mendorong sinergi antara pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat dalam pembangunan infrastruktur,” kata Agusriansyah.

Ia berharap, pemerintah daerah dapat terus melanjutkan penerapan skema MYC dalam pembangunan infrastruktur di Kutim. Dengan demikian, pembangunan infrastruktur dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *