banner 728x90
Berita  

Seno Aji Ingatkan Warga Jawa, Besarnya Populasi Harus Diiringi Sikap Menghargai Keberagaman

Foto Istimewa :Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji saat menghadiri Kopdar Lintas Paguyuban Jawa di Perumahan Bukit Pinang Batara Indah, Samarinda, Sabtu (7/11/2026).

SAMARINDA – Besarnya jumlah warga dari suatu etnis tidak boleh menjadi alasan untuk merasa lebih dominan di tengah masyarakat yang majemuk. Justru, keberagaman harus menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan dan membangun kebersamaan.

Pesan itu disampaikan Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji saat menghadiri Kopdar Lintas Paguyuban Jawa di Perumahan Bukit Pinang Batara Indah, Samarinda, Sabtu (7/11/2026).

Di hadapan perwakilan 18 paguyuban dari total 20 paguyuban warga Jawa di Samarinda, Seno mengingatkan pentingnya menjaga hubungan harmonis dengan seluruh kelompok masyarakat. Menurutnya, kehidupan di tengah masyarakat yang beragam menuntut setiap orang untuk saling menghormati dan memahami budaya satu sama lain.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data yang disampaikannya, sekitar 42 persen penduduk Kaltim merupakan warga keturunan Jawa. Besarnya populasi tersebut menjadi bagian penting dari dinamika sosial daerah yang harus diiringi tanggung jawab menjaga persatuan.

“Sekitar 42 persen penduduk Kaltim adalah warga Jawa. Namun, kita tetap harus memegang prinsip di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” ujarnya.

Seno menilai, pertemuan lintas paguyuban bukan sekadar agenda silaturahmi. Lebih dari itu, forum semacam ini dapat menjadi ruang membangun komunikasi, memperkuat solidaritas, sekaligus mencegah munculnya sekat-sekat sosial di tengah masyarakat.

Ia menegaskan, identitas kesukuan tidak seharusnya membuat masyarakat berjalan sendiri-sendiri. Sebaliknya, perbedaan latar belakang harus menjadi kekuatan untuk saling melengkapi dalam kehidupan bermasyarakat.

Karena itu, Seno mendorong warga Jawa yang tergabung dalam berbagai paguyuban agar terus membangun hubungan baik dengan kelompok etnis lainnya. Sikap terbuka, saling membantu, dan menghargai perbedaan dinilai menjadi kunci menjaga suasana daerah tetap kondusif.

Ia juga menaruh harapan kepada Ikatan Keluarga Tanah Jawi (IKAPAKARTI) agar dapat mengambil peran lebih luas. Organisasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat menjaga tradisi dan identitas budaya Jawa, tetapi juga menjadi jembatan untuk memperkuat kolaborasi antarkelompok masyarakat.

“Sebagai warga Kaltim, kita harus bersinergi dan saling mawas diri. Mari kita jaga guyub rukun, saling menghargai dan saling membantu. Jangan sampai karena perbedaan justru memecah belah kita. Persaudaraan harus terus diperluas karena Kaltim adalah rumah bersama kita,” tegasnya.

Menurut Seno, terciptanya keamanan dan kedamaian daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Seluruh elemen masyarakat memiliki peran yang sama dalam menjaga persatuan agar aktivitas pembangunan dapat berlangsung tanpa terganggu persoalan sosial.

Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui pertemuan paguyuban dapat terus dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, keberagaman etnis di Kaltim tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan kekuatan untuk memajukan daerah.

“Dengan kerukunan dan persatuan, kita bisa menjaga daerah tetap aman dan damai,” pungkasnya.(*/Kz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *