banner 728x90
Berita  

Tiga Atlet Cilik FPTI Kutim Uji Nyali di Piala Panglima TNI, Bidik Porprov

Foto istimewa

SANGATTA,— Tiga atlet muda panjat tebing Kutai Timur (Kutim) siap menguji kemampuan di panggung nasional. Membawa nama FPTI Kutim dan EBCC Kutai Timur, mereka tampil pada Open Tournament Piala Panglima TNI 2026 di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta.

Kejuaraan yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI tersebut menjadi momentum penting bagi FPTI Kutim untuk menambah jam terbang atlet, mengasah mental bertanding, sekaligus mengukur hasil latihan sebagai bagian dari persiapan menghadapi Porprov VIII Kaltim-Paser 2026.

Dalam ajang yang mempertemukan sekitar 670 atlet panjat tebing dari berbagai daerah di Indonesia tersebut, FPTI Kutim mengirimkan tiga pemanjat muda terbaiknya yang tampil mewakili EBCC Kutai Timur.

Ketiga atlet tersebut yakni Kharis Tessa Valery Sofia, yang turun di nomor Lead dan Speed U-15 Putri. Atlet yang merupakan siswi SMPN 1 Sangatta Utara ini juga diproyeksikan untuk memperkuat Kutai Timur pada Porprov VIII Kaltim-Paser.

Kemudian Ahmad Fauzaan, atlet SMPN 1 Sangatta Utara yang akan bertanding pada nomor Lead dan Speed U-15 Putra.

Sementara satu atlet lainnya adalah Nahum Timothy Ebenheizer, pemanjat muda dari SDN 007 Sangatta Utara yang turun pada nomor Lead dan Speed U-13 Putra.

Ketiga atlet tersebut akan didampingi langsung Novi Cahya Wardhani, selaku Pelatih Tim Kelompok Umur (KU) Kutai Timur. Mereka juga mendapat dukungan dari manajemen tim selama mengikuti kejuaraan di Yogyakarta.

Dukungan Sponsor Antar Atlet ke Panggung Nasional

Ketua Harian FPTI Kutim sekaligus Manager Tim Kutai Timur untuk Panglima Cup 2026, Ismail, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak dan sponsor sehingga keberangkatan atlet dapat terlaksana.

“Alhamdulillah, kami mendapatkan dukungan dari sponsor sehingga dapat memberangkatkan para atlet pada ajang nasional ini. Nanti tim juga didampingi oleh Mbak Novi Cahya Wardhani selaku pelatih tim KU Kutai Timur,” ujar Ismail.

Rombongan tim Kutai Timur dijadwalkan bertolak menuju Yogyakarta pada 14 September 2026 untuk mengikuti rangkaian pertandingan.

Menurut Ismail, keikutsertaan dalam kompetisi nasional tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman berharga bagi atlet-atlet muda Kutim, terutama dalam menghadapi lawan dari berbagai daerah dengan tingkat persaingan yang lebih tinggi.

Uji Tanding untuk Matangkan Mental Porprov

Sementara itu, Ketua FPTI Kutim, Aji Fahriza Hakim, S.E., M.Si., menegaskan bahwa keikutsertaan atlet dalam Piala Panglima TNI 2026 bukan semata-mata mengejar hasil pertandingan.

Menurutnya, kompetisi tersebut menjadi bagian dari evaluasi terhadap program latihan sekaligus upaya membentuk mental bertanding atlet sebelum menghadapi Porprov VIII Kaltim-Paser.

“Harapan kami adalah mengasah mental bagi atlet binaan FPTI Kutim untuk menghadapi Porprov. Sejauh ini persiapan latihan sudah berjalan baik, namun kita perlu melakukan uji tanding nyata bagi atlet,” ungkap Aji Fahriza Hakim.

Ia menjelaskan, kesempatan bertanding di level nasional penting untuk mengetahui sejauh mana kemampuan atlet ketika berhadapan langsung dengan pemanjat dari daerah lain.

Selain itu, hasil pertandingan nantinya dapat menjadi bahan evaluasi bagi pelatih dalam menyusun program pembinaan selanjutnya.

Dipilih Secara Selektif

Aji menambahkan, tidak seluruh atlet binaan dapat diberangkatkan mengikuti berbagai kejuaraan nasional. Keterbatasan anggaran menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan atlet yang mengikuti kompetisi di luar daerah.

“Meski tidak semua atlet bisa kita kirim pada event-event nasional karena keterbatasan anggaran saat ini, atlet yang kita pilih adalah mereka yang memang dinilai sangat perlu diuji kemampuan hasil latihannya di tingkat nasional,” jelasnya.

Karena itu, tiga atlet yang diberangkatkan ke Yogyakarta dipilih berdasarkan skala prioritas pembinaan serta kebutuhan evaluasi kemampuan mereka.

FPTI Kutim berharap pengalaman bertanding di Piala Panglima TNI 2026 dapat menjadi modal penting bagi ketiga atlet muda tersebut untuk terus berkembang dan semakin siap menghadapi kompetisi yang lebih besar.

Terlebih, salah satu target utama pembinaan adalah mempersiapkan atlet Kutai Timur menghadapi Porprov VIII Kaltim-Paser 2026.(ADV/Kominfo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *