
KUTIMZONE.COM|SANGATTA— Menjadi seorang pendidik tidak cukup hanya dengan menyampaikan ilmu di ruang kelas. Seorang guru juga dituntut untuk terus belajar, mengembangkan diri, membangun relasi, serta menghadirkan inspirasi bagi peserta didiknya.
Semangat tersebut menjadi pesan utama dalam kegiatan Inspirational Talk bertajuk “Beyond Teaching: Menjadi Pendidik yang Menginspirasi” yang digelar di Pesantren Ar Raihana MBS Putri Kutai Timur, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh para guru dan musyrifah Pesantren Ar Raihana tersebut menghadirkan Adjat Sudradjat, S.Psi., Psikolog sebagai narasumber.
Adjat Sudradjat merupakan sosok yang memiliki pengalaman cukup panjang di bidang psikologi, pengembangan sumber daya manusia dan dunia profesional. Lahir di Jakarta, 11 Oktober 1968, ia menempuh pendidikan pada Program Profesi Psikologi Universitas Islam Bandung (Unisba).
Pengalaman profesionalnya antara lain pernah berkiprah di PT Pindad (Persero) Bandung, LP3I Balikpapan, PT Thies Contractors Indonesia, serta PT Kaltim Prima Coal. Selain itu, ia juga dikenal sebagai pemilik Guest House Syariah HMT, Owner Karakter Bina Insani, sekaligus konsultan pengembangan sumber daya manusia.
Kehadiran Adjat dalam kegiatan tersebut memberikan perspektif baru bagi para pendidik tentang bagaimana menjalankan profesi bukan sekadar sebagai pekerjaan, tetapi sebagai proses untuk terus bertumbuh dan memberikan pengaruh positif kepada orang lain.
Salah seorang peserta, Ustadz Fahmi, Kepala Sekolah Aliyah MBS Muhammadiyah Putra Sangatta Selatan, mengungkapkan rasa syukurnya dapat mengikuti kegiatan tersebut.
“ Saya harus siap untuk belajar lagi. Alhamdulillah, pada hari ini difasilitasi untuk berbagi ilmu dengan orang yang hebat sehingga saya menjadi pribadi yang lebih baik lagi ke depannya,” ungkap Fahmi.
Menurutnya, kegiatan seperti ini memberikan manfaat yang tidak hanya berkaitan dengan tambahan pengetahuan, tetapi juga membuka kesempatan untuk membangun relasi dan mendapatkan wawasan baru yang dapat dikembangkan dalam dunia pendidikan.
“Manfaat yang saya dapatkan pertama jelas relasi, kemudian ilmu yang bermanfaat. Sehingga ke depannya ternyata ada insight-insight baru yang bisa saya kembangkan dalam dunia pendidikan dan pembelajaran,” lanjutnya.
Fahmi menilai, guru perlu memiliki kemauan untuk terus belajar karena dunia pendidikan terus mengalami perkembangan. Pengalaman dan wawasan dari orang-orang yang memiliki kompetensi di bidangnya menjadi salah satu sumber pembelajaran penting bagi pendidik.
Kegiatan Beyond Teaching pun menjadi momentum refleksi bahwa tugas seorang guru tidak berhenti pada aktivitas mengajar. Di balik proses pembelajaran, seorang pendidik juga memiliki peran dalam membentuk karakter, membangun motivasi, dan menginspirasi generasi yang akan datang.
Semangat untuk terus belajar menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang pendidik. Sebab, guru yang terus bertumbuh akan lebih siap menghadapi perubahan dan memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi peserta didiknya.(r)
