banner 728x90
Berita  

Dituding Jadi Otak Hak Angket, Seno Aji Angkat Bicara: “Saya Wagub, Bukan Dalang”

KUTIMZONE.COM|SAMARINDA_Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, akhirnya buka suara terkait tudingan yang menyebut dirinya sebagai dalang di balik bergulirnya hak angket DPRD Kaltim terhadap Gubernur Rudy Mas’ud. Di tengah derasnya narasi liar di media sosial, Seno memilih merespons dengan tenang, meski mengaku dirugikan oleh isu yang terus digiring tanpa dasar jelas.

“Saya tentu dirugikan. Tapi ya kita coba mawas diri saja. Mudah-mudahan pihak-pihak yang menyebarkan isu itu diberikan hidayah,” ujar Seno Aji, Rabu (28/5/2026).

Seno menegaskan bahwa tudingan yang menyeret namanya tidak benar dan hanya dibangun berdasarkan asumsi serta “cocokologi” politik semata. Ia mengaku sudah mengetahui isu tersebut sejak hak angket disetujui masuk dalam rapat paripurna DPRD Kaltim.

“Informasi itu tidak benar. Saya bukan dalang, saya wagub,” tegasnya.

Menurut Seno, tudingan tersebut terlalu dipaksakan hanya karena dirinya berada di posisi wakil gubernur. Ia menilai pola narasi yang berkembang di media sosial tampak seragam dan terus dimainkan tanpa menghadirkan penjelasan yang objektif maupun konfirmasi langsung darinya.

“Seluruh narasinya hampir sama. Isu itu terus dinaikkan, tetapi tanpa ada penjelasan logis kenapa tudingan itu diarahkan ke saya,” katanya.

Ia juga menyayangkan masifnya penyebaran tudingan di media sosial dibanding upaya klarifikasi secara langsung. Padahal, menurutnya, beberapa wartawan yang melakukan konfirmasi sudah mendapatkan jawaban yang jelas darinya.

“Ada wartawan yang bertanya langsung ke saya dan sudah saya jawab. Tapi yang lebih masif justru tudingan-tudingan itu,” ujarnya.

Seno menegaskan bahwa proses hak angket merupakan kewenangan penuh DPRD Kaltim sebagai lembaga legislatif. Pemerintah provinsi, kata dia, tidak memiliki keterlibatan ataupun intervensi dalam proses tersebut.

“Terkait isu yang beredar, perlu saya sampaikan bahwa hak angket sepenuhnya merupakan kewenangan DPRD sebagai lembaga legislatif. Pemerintah provinsi menghormati setiap proses yang berjalan sesuai aturan dan tata tertib yang berlaku,” jelasnya.

Di tengah polemik yang berkembang, Seno memilih tetap fokus menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Ia juga menanggapi beredarnya foto lama yang kembali viral di media sosial dan dikaitkan dengan isu hak angket. Menurutnya, dokumentasi tersebut sengaja digunakan kembali untuk membangun opini yang berbeda dari konteks sebenarnya.

Itu foto lama yang dipakai lagi untuk kondisi yang berbeda,” tegasnya.

Bahkan, Seno sempat menanggapi tudingan tersebut dengan nada santai.

“Kalau saya bisa mengatur semua itu, mungkin sekarang saya sudah diminta Trump jadi konsultan politiknya,” kelakarnya.

Sementara itu, Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur turut membantah tudingan bahwa aksi demonstrasi yang mereka lakukan ditunggangi kepentingan politik tertentu.

Humas Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim, Lukman Nil Hakim, menegaskan bahwa foto yang beredar dan dikaitkan dengan aksi demonstrasi merupakan dokumentasi lama yang diambil pada 8 Desember 2025.

“Kami ingin meluruskan bahwa kabar tentang kami bertemu Wakil Gubernur sebelum demo itu adalah bohong atau hoaks. Foto itu dokumentasi lama yang sengaja dipakai lagi untuk membangun opini,” kata Lukman.

Menurutnya, pertemuan tersebut hanyalah agenda silaturahmi internal LSM JAGA Kaltim dan sama sekali tidak membahas aksi demonstrasi.

Ia juga membantah keras tudingan bahwa Aksi 215 merupakan gerakan pesanan politik atau dikendalikan tokoh tertentu, termasuk menyeret nama Seno Aji maupun Wali Kota Samarinda.

“Semua yang disampaikan saat aksi murni lahir dari keresahan masyarakat sendiri. Tidak ada titipan atau settingan dari pejabat mana pun,” tegasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *