Samarinda – Dari desa ke desa, dari pinggiran ke pusat kota, Kalimantan Timur menata ulang jaringan Posyandu sebagai ujung tombak layanan kesehatan dasar. Lebih dari 4.800 unit Posyandu akan direvitalisasi hingga 2026 mendatang dalam rangka mempercepat penurunan angka stunting yang masih menjadi tantangan serius.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menyatakan bahwa revitalisasi ini tidak hanya menyangkut perbaikan fisik atau fasilitas, tetapi juga reorientasi fungsi strategis Posyandu sebagai tempat utama deteksi dan pencegahan stunting sejak masa kehamilan.
“Fungsi Posyandu harus dimaksimalkan kembali agar manfaatnya besar untuk kesehatan masyarakat, terutama dalam mendeteksi dan mengintervensi kasus stunting sejak dini,” ujarnya dalam keterangan beberapa waktu lalu.
Pemprov Kaltim, menurutnya, akan mengaktifkan kembali ribuan Posyandu yang selama ini tak berjalan optimal. Fokus utama diarahkan kepada ibu hamil dan menyusui sebagai kelompok prioritas dalam mencegah gagal tumbuh pada anak. Upaya ini juga menjadi bagian dari sinergi taktis bersama pemerintah kabupaten dan kota.
Jaringan Posyandu yang aktif akan membantu pemetaan kasus stunting dengan lebih akurat, memungkinkan intervensi yang tepat sasaran. Tak hanya di wilayah pusat, pemerintah juga menargetkan penguatan layanan hingga ke daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) seperti Mahakam Ulu dan Penajam Paser Utara.
“Kami siap melakukan intervensi mendalam untuk mengetahui penyebab tingginya angka stunting di daerah tersebut,” tegas Seno.
Revitalisasi ini juga akan menggandeng sektor swasta melalui program CSR untuk memperkuat pendanaan dan dukungan kegiatan Posyandu secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, mengungkapkan bahwa dari 4.860 Posyandu yang ada, hanya 2.868 unit yang aktif, sementara sisanya belum beroperasi maksimal.
“Kami siap mengaktifkan kembali seluruh Posyandu ini untuk mendukung penuh upaya pencegahan stunting,” kata Jaya.
Ia menambahkan bahwa revitalisasi ini sejalan dengan program nasional Gerakan Aktifkan Posyandu 2024. Harapannya, Posyandu bukan sekadar tempat timbang badan balita, tapi menjadi pusat edukasi gizi dan ruang konsultasi kesehatan keluarga.
“Harapannya posyandu menjadi tempat edukasi para orang tua dan konsultasi gizi anak agar tidak terjadi stunting,” tutup Jaya. (ADV).





