banner 728x90

Kutim Gelar Bimtek Guru Al-Qur’an, Siapkan Generasi Qurani

epala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim, Mulyono
epala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim, Mulyono saat memberikan sambutan

Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur kembali memperkuat pondasi pendidikan keagamaan melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Tenaga Pendidik Pembelajaran Al-Qur’an Metode Ummi. Kegiatan ini resmi digelar di Hotel Victoria Sangatta pada Senin (17/11/2025), dengan target meningkatkan kompetensi guru serta memperluas penerapan metode Ummi di sekolah-sekolah negeri.

Sebanyak 189 peserta ambil bagian dalam pelatihan tahun ini, terdiri dari 140 guru baru dan 49 tenaga pendidik angkatan pertama. Mereka berasal dari wilayah Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Selama sepekan, para peserta akan mendapatkan pembekalan intensif mengenai makhraj, tajwid, tartil, hingga tahsin, sesuai dengan standar metode Ummi yang telah diadopsi sebagai pola pembelajaran Al-Qur’an di sekolah.

“Kami berharap tahun 2026 pembinaannya dapat diperluas ke zona satu, seperti Teluk Pandan, Rantau Pulung, hingga Bengalon,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim, Mulyono, di lokasi kegiatan.

Menurut Mulyono, program ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang untuk memastikan seluruh sekolah negeri di Kutim memiliki kurikulum Al-Qur’an yang terstruktur. Ia juga menyebut bahwa pendanaan guru pengajar Al-Qur’an bersumber dari APBD dengan honor Rp1.500.000 per bulan, dan berharap ke depan ada dukungan CSR dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di daerah tersebut.

Program pembelajaran metode Ummi pertama kali diterapkan pada tahun ajaran 2023–2024 di tujuh sekolah. Kini, pada tahun 2025, jumlahnya melonjak menjadi 31 sekolah negeri: 17 SD di Sangatta Utara, 14 SD di Sangatta Selatan, serta 3 SMP di wilayah yang sama.

“Alhamdulillah hari ini kita bisa melaksanakan bimtek dan sertifikasi bagi 140 guru baru serta 49 guru yang sudah ada. Mudah-mudahan proses ini berjalan lancar dan mampu memaksimalkan pembelajaran di sekolah,” lanjut Mulyono.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama dari program ini adalah membentuk generasi Qurani. Seluruh siswa Muslim di Kutim diharapkan mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar saat lulus SD maupun SMP, serta memiliki hafalan minimal Juz 30.

Dengan peningkatan jumlah sekolah dan guru bersertifikat setiap tahunnya, Pemkab Kutim menaruh optimisme tinggi bahwa program ini akan berkelanjutan dan memberi dampak besar terhadap kualitas pendidikan keagamaan di masa depan. (ADV).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *