banner 728x90

37 ASN Bersaing Isi Enam Jabatan Strategis di Pemkab Kutim

Kepala BKPSDM Kutim Misliansyah mendampingi Sekretaris Kabupaten (Seskab) Kutim, Rizali Hadi
Kepala BKPSDM Kutim Misliansyah mendampingi Sekretaris Kabupaten (Seskab) Kutim, Rizali Hadi (Foto: Prokutim)

Samarinda – Proses seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memasuki tahapan krusial. Sebanyak 37 aparatur sipil negara (ASN) mengikuti asesmen kompetensi manajerial dan sosio-kultural selama tiga hari penuh, mulai 17 hingga 19 November 2025, di Samarinda.

Seleksi ini menjadi penentu awal bagi enam jabatan strategis yang akan diisi oleh pejabat dengan integritas, kapasitas, dan pemahaman sosial yang kuat.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Kabupaten Kutim, Rizali Hadi, yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia Seleksi (Pansel). Ia didampingi oleh Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kutim, Misliansyah, serta para penguji dari BKD Provinsi Kalimantan Timur.

“Ini adalah tahap penting, di mana kita tidak hanya menilai kecakapan administratif, tapi juga kemampuan calon pejabat dalam memimpin organisasi yang dinamis dan melayani masyarakat dengan pendekatan humanis,” ujar Rizali usai pembukaan, Senin (17/11/2025).

Menurutnya, seleksi dilakukan secara profesional, transparan, dan mengacu pada prinsip meritokrasi. Setiap peserta akan melalui serangkaian tahapan berikutnya, yakni penulisan makalah pada 20 November, wawancara pada 24–26 November, dan pengumuman tiga besar calon terbaik pada 3 Desember 2025.

Kepala BKPSDM Kutim, Misliansyah, menyebut seleksi ini sebagai cerminan tingginya antusiasme ASN untuk terlibat dalam reformasi birokrasi daerah.

“Total ada 37 peserta dari enam formasi JPTP. Ini bukan hanya kompetisi jabatan, tapi juga ujian kepemimpinan masa depan Kutim,” katanya.

Formasi jabatan yang diperebutkan antara lain:

  • Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah (5 peserta)
  • Sekretaris DPRD Kutim (6 peserta)
  • Kepala Bappeda (6 peserta)
  • Kepala Dinas PUPR (5 peserta)
  • Kepala Dinas Perkebunan (11 peserta)
  • Kepala Dinas Kesehatan (4 peserta)

Berikut ini daftar peserta per formasi:

Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda:
Dr. M.H. Zainal Abidin, Islamuddin Rusmin Reka, Muhammad Harun Al Rasyid, Trisno, Tristiningsih

Sekretaris DPRD Kutim:
H. Akhmad Tarmiji, Hasara, Hasdiah, Jainuddin, Rudi, Uleh Juk

Kepala Bappeda:
Agussalim H. Muslimin, Andi Nurhadi Putra, Januar Bayu Irawan, Joni Abdi Setia, M. Apandi, Marhadyn

Kepala Dinas PUPR:
Asran Lode, Masrianto Suriansyah, Muhammad Jamil Harahap, Rudy Ramadhan, Tabrani Aji

Kepala Dinas Perkebunan:
Abd. Gani Sukkara, Ani Saidah, Arbiyah Rustam H.S., Arief Nur Wahyuni, E.M. Bennie Hermawan, Sumirat, Muhammad Salpul Anwar, Pulati, Rasyid, Sugiyona, Sunarayah

Kepala Dinas Kesehatan:
Triana Nur, dr. Andi Zulkifli, dr. Yuwana Sri Kumiawati, drg. Try Diana Utamy

Seluruh proses seleksi terbuka ini dimulai sejak pengumuman formasi pada 10 Oktober, penerimaan berkas hingga 3 November, dan seleksi administrasi yang berakhir pada 10 November. Setiap tahapan dikawal ketat dan diumumkan secara terbuka melalui situs resmi BKPSDM Kutim.

Dalam asesmen ini, para peserta ditantang menunjukkan kemampuan menyelesaikan masalah organisasi, membaca dinamika sosial, serta mengelola SDM lintas disiplin. Salah satu penguji dari BKD Kaltim menyebut bahwa faktor kepemimpinan inklusif dan kolaboratif menjadi penilaian utama.

“Tidak cukup hanya paham regulasi. Seorang pejabat tinggi daerah harus mampu membaca konteks sosial, membangun jaringan, dan bersikap adaptif,” katanya.

Seleksi ini menjadi pertaruhan penting bagi Pemkab Kutim dalam memilih figur-figur pemimpin yang akan mengisi jabatan vital dalam struktur pemerintahan. Masyarakat pun ikut menanti hasil akhir yang akan menentukan arah birokrasi dan kualitas pelayanan publik Kutim di masa mendatang. (ADV).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *