banner 728x90
Berita  

Kutim Bidik Potensi Ekonomi Baru, Mulai Didik Generasi Muda

Edukasi industri kelapa sawit bagi generasi muda Kutim. (Istimewa)

Kutimzone.com, Kutai Timur – Ekonomi Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur kini tengah bertransformasi. Ekonomi daerah yang awalnya didongkrak sektor pertambangan, Pemerintah kini mulai menyasar industri kelapa sawit.

Pemerintah kini mulai mendidik generasi muda, khususnya anak sekolah di Kutim. Salah satu kegiatannya adalah edukasi industri ekstraktif berkelanjutan bagi kaum milenial.

Kegiatan itu berlangsung di Hotel Victoria Sangatta Utara, Kamis, 26 September 2024, dan diprakarsai oleh Gapki. Sementara pesertanya berasal dari kalangan siswa dan mahasiswa di Kutim.

Dengan pertumbuhan industri kelapa sawit yang sangat pesat sejak tahun 1999, kini Kutai Timur memiliki 38 pabrik kelapa sawit. Ketika tambang mulai surut, kelapa sawit menawarkan peluang besar dalam menciptakan lapangan kerja. Sekitar 25% tenaga kerja di Kutai Timur terserap di sektor perkebunan kelapa sawit, menunjukkan betapa pentingnya sektor ini bagi perekonomian daerah. 

“Kelapa sawit bukan hanya komoditas, tetapi juga harapan baru bagi Kutai Timur,” ujar dinas perkebunan Aziz .

“Kami percaya bahwa generasi muda dengan segala potensi yang dimilikinya akan mampu membawa sektor ini mencapai kejayaannya dari semua lulusan yg ada,” imbuh dia.

Sementara itu, Sekretaris Eksekutif PASPI, Risnayanti sangat menyayangkan paradigma yang berkembang selama ini tentang industri kelapa sawit yang kurang mensejahterakan. Padahal, kehadiran industri itu membuka peluang pendapat yang besar bagi masyarakat.

“Seringkali kita mendengar mitos bahwa petani kelapa sawit hanya mendapatkan keuntungan yang sedikit, sementara keuntungan besar hanya dinikmati oleh pengusaha besar. Faktanya, keberadaan perkebunan kelapa sawit telah menciptakan multiplier effect yang sangat besar bagi masyarakat. Selain menyerap tenaga kerja, perkebunan kelapa sawit juga mendorong pertumbuhan sektor jasa perdagangan dan pengangkutan,” ujar Risnayanti.

Acara ini sendiri menjadi wadah bagi generasi milenial untuk berbagi ide, pengalaman, dan tantangan yang mereka hadapi dalam mengembangkan sektor kelapa sawit. Mulai dari pemilihan bibit unggul, penerapan teknologi modern, hingga pemasaran produk turunan kelapa sawit, semua topik menarik dibahas secara mendalam.

Dalam diskusi yg semakin memanas ini berbagai pernyataan dan pertanyaan muncul. Alfin, mahasiswa STIE, salah satu peserta, mengungkapkan kekagumannya terhadap potensi kelapa sawit.

“Saya yakin, dengan potensi yang besar, kelapa sawit bisa semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat,dan saya tertarik untuk bisa melamar dan bekerja di industri kelapa sawit,” ujar dia berapi-api.

Dalam acara ini, para peserta juga diajak untuk berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi oleh generasi muda dalam berkecimpung di sektor kelapa sawit. Salah satu tantangan utama adalah bagaimana menarik minat generasi muda yang lebih tertarik pada dunia digital untuk terlibat dalam sektor perkebunan.

“Generasi Z memang lebih akrab dengan teknologi,” ujar Risnayanti.

“Namun, kita bisa menggabungkan teknologi dengan pertanian. Misalnya, dengan menggunakan aplikasi berbasis AI untuk memantau kondisi tanaman atau mengembangkan produk turunan kelapa sawit yang lebih inovatif,” tambah dia.

Sementara itu, Zulfa Nadifa dari SMA YPPSB mengajukan pertanyaan menarik ,Apakah ada alternatif lain yang bisa menggantikan kelapa sawit? Pertanyaan ini tentu membuka ruang diskusi yang lebih luas tentang masa depan industri kelapa sawit .Kegiatan ditutup dengan berbagai kuis dan pembagian hadiah menarik. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *