Kutimzone.com, Kutai Kartanegara – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kutai Kartanegara (Dinas PMD Kukar) akan terjun langsung ke lapangan, untuk mengetahui seberapa manfaatnya program bantuan berbasis rukun tetangga untuk masyarakat tingkat RT.
Kepala Dinas PMD Kukar, Arianto mengatakan Dinas PMD Kukar akan melakukan kajian mendalam terkait usulan tersebut, termasuk analisis terhadap dampak dan manfaat yang akan dihasilkan.
“Saat ini beliau (Bupati Kukar) merespon akan melakukan kajian dan analisa terhadap pagu Rp100 juta, kalau memang nanti itu dalam kajiannya memang diperlukan, kenapa tidak,” katanya, Selasa, 19 Maret 2024.
Menurut dia, jika memang anggaran tersebut benar-benar dibutuhkan dan dapat membantu percepatan dalam mengatasi persoalan di tingkat RT, maka akan diupayakan selama anggaran daerah cukup.
Diketahui, program pembangunan berbasis rukun tetangga terdapat sejumlah item kegiatan. Diantaranya kegiatan gotong royong, pelatihan bagi masyarakat, hingga pembangunan dan perbaikan sarana prasarana skala kecil di lingkungan RT.
Arianto menjelaskan, pembangunan skala kecil di RT yaitu yang bersifat urgen atau sangat mendesak, diantaranya lubang jalan, jembatan patah, dan parit rusak.
“Tapi kegiatannya bersifat gotong royong, bukan di kontrak kan,” tandas dia.
Seperti diketahui dalam kegiatan Bupati Kukar, Edi Damansyah Monitoring dan Evaluasi kebermanfaatan Program Bantuan Berbasis RT di Desa Manunggal Daya, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kukar, para Ketua RT meminta tambahan anggaran tersebut ditambah, dari sebelumnya hanya Rp 50 juta menjadi Rp 100 juta. (ADV/Rls)


