banner 728x90

Camat Tenggarong Support Kelurahan Maluhu Usai Bencana Kebakaran

Suasana Kantor Kelurahan Maluhu terkena bencana kebakaran.(Istimewa)

Kutimzone.com, Kutai Kartanegara – Kecamatan Tenggarong memberikan support kepada Kelurahan Maluhu, mengingat Kantor Kelurahan Maluhu terkena bencana kebakaran saat pagi Idul Fitri 1445 Hijriah 2024 beberapa waktu lalu. 

Lurah Maluhu, Tri Joko Kuncoro mengatakan mendapatkan bantuan langsung dari Camat Tenggarong, Sukono berupa penyediaan sarana dan prasarana untuk menunjang kinerja staf kelurahan di kantor sementara mereka.

Sebab pihaknya berupaya tetap memberikan pelayanan terbaik untuk para warganya. Dengan menggunakan Kantor sementara yaitu Gedung Aula Sasana Krida Bhakti. 

“Alhamdulillah kita masih bisa melayani masyarakat, walaupun masih terbatas tapi tetap kami usahakan memberikan pelayanan terbaik dari kelurahan seperti surat menyurat,” ungkap Lurah Maluhu, Tri Joko Kuncoro, Selasa, 16 April 2024.

Dipilihnya Gedung Sasana Krida Bhakti sebagai Kantor sementara Kelurahan Maluhu, dijelaskan Tri, karena Gedung dua lantai dan aula yang cukup luas untuk digunakan serta lokasinya strategis dan mudah dijangkau masyarakat sehingga dapat semaksimal mungkin untuk melayani keperluan warga. 

“Gedung yang berhadapan dengan bangunan kantor utama yang terbakar dipilih untuk menjadi kantor kelurahan sementara,” ungkap dia. 

Peristiwa kebakaran pun telah dilaporkan nya kepada Bupati Kukar, Edi Damansyah dan Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin. Respon dari kedua pemimpin itu pun akan segera membangun kantor baru di lokasi yang sama. 

“Alhamdulillah respon beliau antusias dan tanggap sekali. Mudah-mudahan tahun ini sudah bisa diganti dengan yang baru,” ujar dia.

Untuk diketahui, Kantor Kelurahan Maluhu yang terletak di Jalan Bontang, RT 05, Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) habis dilahap si jago merah pada Rabu (10/4/2024) pekan lalu, tempatnya di pagi Hari Raya Idul Fitri 1445 H.

Lurah Maluhu, Tri Joko Kuncoro menjelaskan, kronologi terjadinya musibah kebakaran yang menghanguskan satu bangunan kantor beserta isinya itu terjadi pada dini hari, tepatnya pukul 4.30 WITA. Hal tersebut didapatkannya melalui rekaman CCTV warga yang bermukim di sekitar bangunan kantor dan keterangan para saksi yang saat itu sedang melintas.

“Dari rekaman CCTV warga sekitar ada dua orang yang tidak sengaja melintas dan melihat sumber api. Pada saat itu di CCTV menunjukkan pukul 4.30, tapi bisa jadi apinya sudah muncul lebih awal lagi karena kan saksi ketika lewat sudah melihat api. Dari situ saksi memberitahu warga sekitar dengan membunyikan klakson motornya,” ujar dia. 

Kemudian ia juga menambahkan, pada saat kejadian api tidak bisa langsung dipadamkan karena belum ada pemadaman arus listrik. Dan diduga hal inilah yang kemudian menyebabkan bangunan yang semula hanya terbakar di bagian depannya saja itu ludes dilalap api hingga bagian belakang.

Akibat kejadian itu, selain 1 bangunan kantor yang habis terbakar api, seluruh aset dan sebagian besar berkas serta dokumen yang ada di dalam kantor pun ikut terbakar, termasuk data-data pribadi para staf seperti ijazah dan akte kelahiran. Dan diprediksi total kerugiannya mencapai Rp 1,5 miliar.

“Semuanya habis terbakar. Bangunan, aset, sampai berkas surat dan data-data pribadi staf juga habis terbakar. Yang berhasil kami selamatkan hanya 2 dokumen. Dan saya rasa ini memang sangat krusial karena menyangkut orang banyak, yakni berkas PTSL dan berkas-berkas terkait SPJ 50jt per RT, itu Alhamdulillah semuanya ter-back up dan terkondisikan dengan baik,” ungkap dia..

Pasca kejadian itu, Tri masih menunggu kepastian dari pihak kepolisian terkait penyebab pasti dari kebakaran di kantornya. (ADV/Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *