banner 728x90

Kepala DPPKB Kutai Timur Desak Penambahan Penyuluh KB di Desa-Desa

Foto: Kepala Dinas Pemgendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kutai Timur, Achmad Junaidi. (Istimewa)

Kutimzone.com, Sangatta – Di tengah tantangan kesehatan dan kependudukan, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur, Achmad Junaidi, menekankan pentingnya penambahan penyuluh Keluarga Berencana (KB) di setiap desa.

Menurutnya, saat ini jumlah penyuluh KB yang ada belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh desa di Kutai Timur.

“Idealnya, setiap desa memiliki satu penyuluh KB,” kata Junaidi saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin, 27 Mei 2024.

Untuk mengatasi kekurangan ini, Junaidi telah berkoordinasi dengan BKKBN Provinsi dan BKKBN Pusat guna menambah kuota penyuluh KB di desa-desa.

“Kami akan memperjuangkan hal ini. Kami akan berkoordinasi dengan BKKBN Provinsi dan BKKBN Pusat karena mereka (penyuluh KB) diangkat oleh pusat,” ujarnya.

Dalam upaya meningkatkan efektivitas para penyuluh, Junaidi menekankan perlunya pelatihan public speaking.

Keterampilan berbicara di depan umum dianggap sangat penting bagi penyuluh KB, karena mereka adalah garda terdepan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Pelatihan ini diharapkan dapat membantu penyuluh KB menyampaikan informasi dengan lebih jelas dan meyakinkan, sehingga masyarakat dapat memahami pentingnya penggunaan alat kontrasepsi dan pencegahan stunting.

“Penyuluh KB ini harus punya kemampuan public speaking yang baik. Mereka ini kan ujung tombak kami,” ujarnya.

Junaidi juga menyoroti pentingnya memiliki penyuluh KB yang berasal dari daerah setempat.

Penyuluh yang memahami budaya dan adat istiadat setempat diyakini akan lebih efektif dalam menjalin komunikasi dan mengedukasi masyarakat.

“Kami berharap penyuluh KB berasal dari daerah setempat, karena mereka yang menguasai bahasa, budaya, dan adat istiadat setempat,” tambahnya.

Achmad Junaidi optimistis bahwa dengan peningkatan jumlah dan kualitas penyuluh KB, serta dukungan dari BKKBN Provinsi dan Pusat, pelayanan KB di Kutai Timur akan semakin baik.

“Kami optimis bahwa dengan penambahan penyuluh KB dan pelatihan yang tepat, kita bisa meningkatkan edukasi dan layanan kesehatan bagi masyarakat,” tuturnya. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *