Kutimzone.com, Sangatta – Asisten Pemerintahan Umum dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Poniso Suryo Renggono mengatakan Pemerintah Kabupaten sangat berharap pemberian beasiswa tahun 2024 benar-benar bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para penerima. Hal tersebut disampaikan Asisten I Setkab Kutim ini saat menghadiri sekaligus membuka Sosialisasi Beasiswa Kabupaten Kutim tahun 2024, yang digelar di Ruang Meranti, Kantor Bupati, Selasa, 30 April 2024.
“Program beasiswa ini sudah berjalan dalam 5 tahun ke belakangan dan hari ini juga mudah-mudahan partisipasi yang memanfaatkan beasiswa yang telah disediakan oleh Pemerintah Provinsi Kaltim dan Pemkab Kutim, yang disinergikan ini bisa memberikan kesejahteraan khususnya di bidang pendidikan,” harap mantan Camat Rantau Pulung ini.
Poniso menjelaskan, bahwa penerima beasiswa ada beberapa kategori. Seperti penerimanya ada yang memang berprestasi, baik yang sekolah di luar daerah maupun di kabupaten Kutim sendiri.Selain itu, ada yang kurang mampu di dalam pembiayaan untuk melanjutkan pendidikan.
“Oleh karena itu, melalui kegiatan ini sosialisasi beasiswa ini untuk memberikan kemudahan, kesejahteraan bagi yang sangat membutuhkan khususnya,” ucapnya.
Dengan adanya beasiswa ini, sambung Poniso, tentunya akan dapat mendorong siswa/mahasiswa untuk selalu berprestasi, mengharumkan nama Kutai Timur dan Provinsi Kaltim, baik yang sekolah di luar daerah, seperti luar negeri tentunya menjadi kebanggaan pada daerah dan provinsi.
“Kepada panitia penyelenggara beasiswa, jangan lupa untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik sebagai persyaratan yang diperlukan. Berikan kemudahan dan tolong dibantu, apabila ada kesulitan yang sifatnya prinsipil, sehingga semua dilayani dengan baik dan dapat dirasakan manfaatnya (beasiswa),” pinta Poniso.
“Kita ingin mensejahterakan masyarakat Kutim khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan yang ada di Kabupaten Kutai Timur. Semoga pemberian sosialisasi terkait dengan pemberian beasiswa ini bisa maksimal dan dimanfaatkan oleh putra/putri terbaik Kutim yang sedang melaksanakan pendidikan di jenjangnya masing-masing,” harap Poniso.
Sementara itu, Kabag Kesra Setkab Kutim, Sahman mengatakan, sebagaimana petunjuk teknis dari beasiswa Kutim 2024 itu, antara lain, salah satu misi Kabupaten Kutim Sejahtera 2024 adalah mewujudkann kualitas sumberdaya manusia Kabupaten Kutim Yang mandiri, berdaya saing tinggi dan berakhlak mulia, berbudaya dan bersatu.
“Sejahtera dalam pembangunan SDM diwujudkan dengan penerapan pendidikan agama dan moral dalam sistem pendidikan yang terpadu dengan ilmu pengetahuan dan penguasaan teknologi, guna meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Kabupaten Kutim yang berakhlak mulia sehat, cerdas terampil dan berbudaya dan bersatu,” terang Sahman.
Lebih lanjut Sahman menjelaskan, Pemkab Kutim akan membantu putra/putrinya mengikuti pendidikan melalui pemberian beasiswa stimulan dan beasiswa tuntas dengan syarat-syarat ketentuan yang berlaku. Adapun tujuan dari pada pemberian beasiswa ini tidak lain, adalah meningkatkan motivasi belajar, siswa dan mahasiswa asal Kabupaten Kutim termasuk mereka yang mengalami kendala ekonomi.
“Kemudian, meningkatkan akses dan kesempatan belajar bagi masyarakat Kabupaten Kutim yang berpresatasi, yang berpotensi memiliki prestasi di bidang akademik dan non akademik atau kurang mampu secara ekonomi,” jelasnya.
Berikut, membantu keberlangsungan studi mahasiswa, meningkatkan prestasi akademik mahasiswa, menimbulkan dampak positif bagi siswa/mahasiswa untuk selalu meningkatkan prestasi, melahirkan kelulusan yang kompeten mandiri, produktif dan memiliki kepedulian sosial sehingga mampu bergerak dalam upaya pengentasan kemiskinan serta meningkatkan keahlian mahasiswa.
Adapun sasaran pemberian beasiswa adalah, mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Kutim yang secara mandiri atau secara khusus dikirim oleh Pemkab Kutim untuk menempuh pendidikan di luar daerah atau luar negeri. Kemudian mahasiswa yang menempuh pendidikan pada satuan lembaga pendidikan luar negeri, mahasiswa yang menempuh pendidikan pada satuan lembaga pendidikan dalam negeri, mahasiswa yang mengalami kendala dalam hal ekonomi atau kurang mampu, mahasiswa yang sedang menyusun skripsi atau tesis, mahasiswa sedang mengikuti pendidikan profesi. (Rls)


