Bantaeng – Kader Partai Amanat Nasional (PAN) Suardi digadang-gadang bakal melenggang ke DPRD Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel). Prediksi itu diperkuat dengan jumlah suaranya di Pileg 2024 yang berhasil mengungguli petahana.
Suardi sendiri mencalonkan diri melalui PAN mewakili daerah pemilihan (dapil) I. Dapil yang menaungi dua kecamatan ini berhasil dimenangkan Suardi atas calon lain di internal partainya.
“Dapil 1 itu meliputi Kecamatan Bantaeng dan Kecamatan Eremmerasa. Kedua kecamatan itu kita menangkan dengan akumulasi suara berjumlah 1.654,” kata Suardi saat dikonfirmasi, rabu (28/2/2024).
Ia menyebut, jumlah suara yang diperoleh di Kecamatan Bantaeng mencapai 1.203 suara, sementara suara di Kecamatan Eremmerasa berjumlah 451. Suardi menyebut data itu akurat sesuai dengan hitungan timnya dan perhitungan pihak KPU Bantaeng.
“Rekap di kecamatan sudah, di KPU Bantaeng juga sudah. Namanya KPU yang umumkan, itu sudah resmi,” tuturnya.
Suardi lalu bercerita tentang ragam upaya yang dilakoninya sejak 2023, tahun lalu. Hingga menjelang Pemilu, ia mengakui timnya bekerja keras hingga memperoleh capaian hari ini.
“Kita (tim) punya strategi, taktik dan ragam metode dalam berkontestasi. Saya sendiri memastikan, tak ada black campaign yang dilakukan tim kami selama proses kampanye hingga pemilu itu resmi dilakukan pada 14 Februari tahun ini,” ungkap Suardi.
Saat ditanyai tentang dinamika Pemilu, khususnya di dapil I, suardi menanggapi santai. Termasuk terpilih dan tereliminasinya orang-orang partai pada setiap hajatan politik.
“Saya kira kontestasi Pemilu kali ini tak berbeda yah dengan sebelumnya. Akan selalu ada orang yang terpilih dan yang tereliminasi. Hal itu lumrah, kita orang-orang politik juga menanggapinya biasa,” katanya.
Tak lupa, ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah memberinya dorongan dan dukungan. Karenanya, ia berharap agar silaturahmi antar mereka tak terbatas hanya pada momentum politik.
“Saya berterima kasih, kepada tim, keluarga dan kerabat, yang telah memberikan dukungannya. Kedepan, semoga silaturahmi kita semua tidak terputus untuk membangun sinergitas dalam memajukan daerah,” tandas dia.
Profil Suardi
Suardi adalah anak muda yang baru saja merintis karirnya di dunia politik pada tahun 2023. Ia bergabung dengan PAN usai mempertimbangkan banyak hal, termasuk jejaring politik di wilayahnya.
Pria kelahiran 22 Februari 1995 ini adalah anak pertama dari bapak Sanne dan Ibu Rabainna. Dia lahir di salah satu kampung yang juga merupakan situs sejarah kerajaan pertama di Bantaeng, tepatnya di Kampung Jambua, Kelurahan Onto.
Disisi lain, kepiawaiannya dalam dunia kelembagaan tak lagi diragukan. Sebab, ia mulai aktif berorganisasi sejak ia masih duduk di bangku sekolah menengah, tepatnya di MTs Muhammadiyah Bantaeng.
Di Pimpinan Daerah (PD) IPM Bantaeng, ia pernah mengemban amanah sebagai Ketua Umum. Sembari memikul amanah itu, ia juga mengambil peran sebagai Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Pelajar Bantaeng (Sekjen PP HPMB).
Setelah purna dari organisasinya di Bantaeng, Suardi lalu melanjutkan karirnya itu di Pimpinan Wilayah (PW) IPM Sulsel. Dari sinilah ia berkenalan dan intens berkomunikasi dengan Ketua PAN Sulsel, Ashabul Kahfi yang tak lain juga sebagai Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) IPM Sulsel.
Suardi menuturkan, niatnya mencalonkan diri sebagai salah satu kandidat legislatif adalah untuk berkontribusi lebih di daerahnya. Berdasarkan pengamatannya, dari sekian banyak legislatif di Dapil I, suara terbanyak selalu didominasi oleh orang-orang yang beralamat di wilayah kota.
“Kondisi Dapil Bantaeng-Eremmerasa, hampir setiap perhelatan Pileg, delapan hingga sembilan kursi selalu didominasi oleh orang dari kota, sehingga percepatan pembangunan di desa-desa berjalan lambat, khususnya di dua kecamatan ini,” ungkapnya.
Pakai Tagline #Anaktatommo
Salah satu hal unik dari Suardi adalah penggunaan tagline dalam menarik perhatian banyak orang. Diksi #Anaktatommo ini diidentifikasi dapat membangkitkan solidaritas warga kampung dalam memberikan dukungannya.
Buktinya, ia yang baru saja memulai karir politiknya pada Pemilu 2024 namun berhasil merebut satu kursi legislatif.
Selama masa kampanye, Suardi dan timnya menggunakan tagline itu, baik di sosial media maupun pada baliho yang dipasang di tepi-tepi jalan. Lalu, apa arti anakta tommo?.
Secara historis, para kandidat yang terpilih menjadi legislatif di dapil I pada pemilu sebelumnya didominasi oleh orang-orang yang bermukim di kota. Karena itu, Suardi menampakkan diri sebagai putra terbaik dari kecamatan Bantaeng mewakili suara dan aspirasi penduduk di dataran tinggi.
Anakta tommo secara sederhana dapat diterjemahkan sebagai ‘cukup anak ini saja’. Dalam urusan politik, artinya masyarakat diharapkan memilih Suardi sebagai kontestan layaknya anak sendiri.
Diksi itu juga menyiratkan pesan bahwa Suardi hadir di panggung politik sebagai bagian terintegrasi dari masyarakat kampung. Karena itu, masyarakat diharapkan memberi legitimasi dan dukungan kepada Suardi untuk berkontribusi lebih dari sekadar masyarakat biasa.
“Salah satu alasan juga kenapa kita menggunakan tagline itu, karena dorongan dari keluarga besar dan para kerabat untuk terlibat di dunia politik, khususnya pileg,” ungkap Suardi.


