Kutimzone.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengungkapkan rumitnya menjadi pejabat pemerintahan. Termasuk saat-saat kenaikan harga gabah saat ini membuat dirinya kian banyak menerima protes.
Hal itu disampaikan Jokowi pada acara penyerahan bantuan kepada petani gagal panen di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Selasa, 23 Januari 2023.
Jokowi menyebut dirinya kadang geleng kepala, sebab petani senang melihat harga gabah yang sedang tinggi. Namun dia mengaku sering ‘disemprot’ masyarakatnya ketika bertandang ke pasa-pasar.
“Saya ingat tiga tahun lalu harga gabah masih Rp 4.300-4.200, sekarang Rp 7.800-7.600, itu di Sumatera, NTB, dan Sulawesi. Tapi kalau harganya segitu, berasnya berapa? Panjenengan senang tapi saya yang disemprot masyarakat,” tutur Jokowi.
Hal itulah yang membuat pemerintah kesulitan dalam menjaga harga tetap stabil. Jika harga gabah rendah, petani tentunya akan merugi, namun jika mahal, harga beras pun akan melonjak.
“Pemerintah tidak mudah menjaga keseimbangan, dua-duanya bisa senang. Kalau sekarang petani senang, yang beli yang (semprot saya),” ujarnya.


