Kutimzone.com, Jakarta – Arab Saudi menentang pernyataan Israel yang ingin mengusir warga Palestina di Jalur Gaza ke negara lain.
Melansir CNN Indonesia, Sabtu, 6 Januari 2023, Kerajaan Arab Saudi mengecam pernyataan Menteri Keamanan Nasional Israel Ben-Gvir dan Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich yang menyampaikan kalimat pengusiran terhadap warga di Jalur Gaza, serta memberi ruang kepada pemukim Zionis ke wilayah kantong itu.
“Kerajaan menekankan pentingnya upaya bersama komunitas internasional untuk mengaktifkan mekanisme akuntansi internasional terhadap kegigihan pemerintah pendudukan Israel dalam melanggar aturan legitimasi internasional dan hukum humaniter internasional melalui pernyataan dan tindakannya,” demikian keterangan Kementerian Luar (Kemlu) Negeri Saudi.
Pernyataan ini resmi disampaikan Kemlu guna merespons pernyataan Smotrich dan Ben-Gvir. Awalnya, kedua Menteri Israel itu menyebut kehadiran warganya di Gaza akan membantu pengendalian wilayah secara militer. Parahnya, Smotrich menyebut warga Palestina di Gaza harus segera dideportasi ke negara lain.
Usulan Smotrich itu lalu diikuti oleh Ben-Gvir yang menyebut Israel mesti merumuskan solusi agar warga Gaza didorong untuk emigrasi.
Kendati dua menteri itu telah menyampaikan usulan, Pemerintah Israel tak mengumumkan rencana apapun hingga kini.
Tak berselang lama usai Smotrich dan ben-Gvir menyampaikan kalimat kontroversi, masyarakat dunia lalu ramai-ramai mengecam Israel. Bahkan Amerika Serikat dan belanda sebagai negara sekutu pun menolak ide itu.
“Retorika ini amat menghasut dan tak bertanggung jawab. kami sudah diberitahu berulang kali dan secara konsisten oleh Pemerintah Israel, termasuk Perdana Menteri, bahwa pernyataan itu tidak mewakili kebijakan Israel. Mereka harus menghentikannya,” demikian pernyataan Kemlu As.
Sementara itu, Kemlu Belanda menentang narasi Smotrich dan Ben-Gvir karena tak sejalan dengan solusi dua negara yang selama ini diupayakan masyarakat dunia. “Ini tidak sesuai dengan solusi dua negara di masa depan, yaitu negara Palestina yang bisa hidup berdampingan dengan Israel yang aman,” tegas Kemlu.
Teranyar, Pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu disinyalir kuat telah mengupayakan ‘Memukimkan Kembali’ warga Gaza ke negara tetangga. Kini, Republik Demokratik Kongo menjadi salah satu opsi negara yang sedang dipertimbangkan.

