Kutimzone.com, Sangatta – PT Kaltim Prima Coal (KPC) merupakan salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia. Perusahaan ini telah beroperasi di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sejak tahun 1983. Selama 39 tahun beroperasi, KPC telah memberikan kontribusi yang besar bagi Kutim, baik dari segi ekonomi, sosial, maupun lingkungan.
Salah satu kontribusi KPC yang paling dirasakan oleh masyarakat Kutim adalah dalam bidang ekonomi. KPC menyerap ribuan tenaga kerja lokal, baik langsung maupun tidak langsung.
Hal ini berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kutim. Selain itu, KPC juga memberikan kontribusi pajak dan royalti kepada pemerintah daerah Kutim. Kontribusi ini digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum di Kutim.
Dalam bidang sosial, KPC juga memberikan berbagai program bantuan kepada masyarakat. Program-program tersebut meliputi bantuan pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. KPC juga aktif dalam membantu penanggulangan bencana alam.
Dalam bidang lingkungan, KPC berkomitmen untuk menjalankan operasinya secara berkelanjutan. KPC telah menerapkan berbagai program untuk menjaga kelestarian lingkungan, seperti program reboisasi dan konservasi air.
Anggota Komisi C DPRD Kutim Yusuf T Silambi mengapresiasi kontribusi KPC bagi Kutim. Menurutnya, keberadaan KPC sangat terasa manfaatnya bagi masyarakat Kutim.
“Kami bersyukur ya atas apa yang sudah dilakukan KPC, mereka diminta ataupun tidak kalau urusan kemanusiaan sangat responsif,” kata Yusuf saat dihubungi melalui telepon, Sabtu, 18 November 2023, dua hari lalu.
Yusuf juga mengatakan bahwa KPC telah menjadi mitra strategis bagi pemerintah daerah Kutim. KPC telah berkontribusi besar dalam pembangunan Kutim.
“KPC adalah perusahaan yang peduli terhadap masyarakat dan lingkungan. Kami berharap kontribusi KPC akan terus meningkat di masa mendatang,” kata Yusuf.
KPC merupakan salah satu perusahaan yang berkontribusi besar bagi pembangunan di Indonesia. Kontribusi KPC tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Kutim, tetapi juga oleh masyarakat Indonesia secara keseluruhan.


