banner 728x90
Berita  

150 Guru TPA Dikumpulkan, Pemkab Kutim Samakan Standar Bacaan Al-Qur’an Anak

SANGATTA — Bagaimana memastikan anak-anak di Kutai Timur membaca Al-Qur’an dengan tajwid yang benar? Salah satu jawabannya dimulai dari mereka yang setiap hari mengajarkannya.

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah akan mengumpulkan 150 Guru TPA dari lima kecamatan dalam kegiatan Personal Development Training (PDT) “Basic Knowledge of Tajwid” Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung Kamis, 24 September 2026, di Ibu Kota Kecamatan Muara Bengkal, dengan melibatkan Guru TPA dari Kecamatan Muara Bengkal, Muara Ancalong, Long Mesangat, Batu Ampar, dan Busang.

Pelatihan ini diarahkan untuk memperkuat kompetensi para pengajar Al-Qur’an sekaligus mendorong adanya keseragaman dasar pengajaran tajwid, sehingga kualitas bacaan Al-Qur’an anak-anak di berbagai wilayah Kutai Timur dapat terus ditingkatkan.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kutai Timur, Norhadi, S.Sos., mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar agenda pelatihan rutin, tetapi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda melalui peningkatan kualitas guru TPA.

“Ini adalah misi strategis kami. Guru TPA adalah garda terdepan dalam membentuk karakter generasi muda. Jika gurunya sudah terstandar, maka bacaan anak-anak kita juga akan terstandar. Ini tentang investasi peradaban Kutai Timur ke depan,” ujar Norhadi.

Tiga Narasumber, Fokus pada Tajwid dan Praktik Bacaan

Untuk memperkuat kualitas materi, panitia menghadirkan tiga narasumber dari BKPRMI Kutai Timur dan Kota Bontang.

Materi yang diberikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga menitikberatkan pada praktik. Peserta akan mendapatkan pembekalan mengenai pengenalan dasar ilmu tajwid, praktik makharijul huruf, serta pembelajaran Al-Qur’an dengan irama Rost dan Nahawan.

Melalui pendekatan tersebut, Guru TPA diharapkan tidak hanya memahami kaidah tajwid, tetapi juga mampu menerapkannya ketika memberikan pembelajaran kepada anak-anak.

Menyamakan Persepsi Guru TPA

Dengan melibatkan lima kecamatan, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kesamaan persepsi di kalangan pengajar Al-Qur’an.

Norhadi menjelaskan, perbedaan metode pembelajaran yang selama ini mungkin ditemui di sejumlah TPA menjadi salah satu alasan pentingnya penguatan kapasitas dan penyamaan standar dasar tajwid.

“Selama ini mungkin ada perbedaan metode atau standar bacaan antar-Guru TPA. Dengan kegiatan ini, kami ingin semua guru TPA di lima kecamatan ini memiliki satu standar yang sama, yaitu standar tajwid yang benar sesuai kaidah,” jelasnya.

Tema yang diusung dalam kegiatan tersebut yakni Guru TPA Profesional, Bacaan Terstandar, Generasi Berakhlakul Karimah: Optimalisasi Dasar Ilmu Tajwid sebagai Investasi Peradaban Kutai Timur.”

Tema itu menegaskan bahwa peningkatan kemampuan guru TPA dipandang sebagai bagian dari proses membangun kualitas generasi sejak usia dini.

Dari Ruang Pelatihan ke Kelas-Kelas TPA

Sebanyak 150 Guru TPA yang mengikuti kegiatan diharapkan dapat membawa hasil pelatihan ke lingkungan TPA masing-masing.

Dengan peningkatan kompetensi para pengajar, manfaat kegiatan diharapkan tidak berhenti pada 150 peserta, tetapi dapat diteruskan kepada anak-anak yang mereka didik di lima kecamatan tersebut.

Selain peningkatan kemampuan, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi dan penguatan jejaring antarguru TPA serta mempererat sinergi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dengan BKPRMI sebagai mitra dalam pembinaan generasi muda.

Norhadi berharap hasil pelatihan benar-benar diterapkan dalam proses pembelajaran sehari-hari.

“Kami berharap output dari kegiatan ini tidak hanya berhenti di ruang pelatihan, tetapi langsung diterapkan di kelas-kelas TPA. Mari kita pastikan setiap anak di Kutai Timur belajar Al-Qur’an dengan benar,” pungkasnya.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *